Pengkajian SUT Padi sebagai Pangan Fungsional di Lahan Pasang Surut Sumsel

LembagaBalai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumsel
PenelitiRima Purnamayani,SP, M.Si
Email
No. Telp / HP
Tahun Riset2007
Bidang PenelitianPangan - Pertanian
Kegiatan RisetPengkajian SUT Padi sebagai Pangan Fungsional di Lahan Pasang Surut Sumsel
Kota/Kabupaten
SumberDIPA
SDM RisetJumlah = 0, S3 = 0, S2 = 2, S1 = 2, S0/D3 = 0, SLTA = 0
SDM AdministrasiJumlah = 0, S3 = 0, S2 = 0, S1 = 0, S0/D3 = 0, SLTA = 1, SLTP = 0
Infrastruktur Riset
Infrastruktur Pendukung
Mitra Industri
Mitra Lembaga Pemerintah
Mitra Perguruan Tinggi
Mitra Masyarakat (LSM, Perorangan)Kelompok Tani Setempat
Output- Desain
- Kajian teknologi
OutcomeDiperolehnya teknologi ameliorasi pada usahatani padi pangan fungsional dengan kandungan Fe tinggi

Abstrak

Tujuan umum kegiatan ini adalah memperoleh model pengembangan agribisnis komoditas padi akumulator besi sebagai pangan fungsional dilahan rawa pasang surut. Secangkan tujuan tahun 2007 adalah memantapkan aplikasi teknologi usaha tani padi akumulator besi yang telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya calam skala yang lebih lugs yaitu SUT. Keluarannya adalah 1 (satu) model pengembangan agribisnis komocitas padi akumulator besi dilahan sawah pasang surut. Sedangkan keluaran tahun 2007 yaitu ciperolehnya teknologi usaha tani padi dengan kandungan besi (Fe) tinggi yang mantap dalam skala SUT. Kegiatan ini dilaksanakan dari bulan januari sampai Desember 2007, di Desa Telang Karya Kecamatan Muara Telang Banyuasin , sejuas 1,5 ha. Dilakukan pengujian 4 rakitan paket teknologi dengan penambahan amelioran dan penggenangan yaitu (1). Teknologi anjuran (II). Teknologi anjuran + jerami dengan dosis 10 ton/ha, (III). Teknologi anjuran + pupuk kandang 10 ton/ha, (IV). Teknologi anjuran + kapur 2 ton/ha, (V). Teknologi anjuran + penggenagan, (VI). Teknologi anjuran + jerami 10 ton/h+ penggenangan (VII). Teknologi anjuran + pukan 10 ton/ha + penggenagan dan, (VIII). Teknologi anjuran + kapur 2 ton/ha + pengganagan. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali dengan petani sebagai ulangan. Ukuran petak setiap perlakuan adalah 625 M2. Vaietas padi yang digunakan ialah padi Punggur yang mempunyai tingkat akumulasi unsur mikro tertinggi dari kegiatan TA 2006 dan Ciherang sebagi perbandingan. Dalam kegiatan ini, tahapan yang telah dilaksanakan adalah Pemilihan petani Kooperator, pembersihan lahan can saluran, pengolahan tanah, pembuatan plot petekan, pemberiaan perlakuan, penanaman, pemupukan, pemeliharaan dan pengamatan. Tahap panen dan pasca panen belum dapat dilaksanakan sampai akhir tahun karena penanaman dilakukan bulan Nopember 2007. untuk meningkatkan ketersediaan Fe dalam tanah, pengelolaan tats air yang direkomendasikan adalah penggenagan. Penambahan amelioran berupa pupuk kandang dan jerami padi climaksuckan untuk menambah bahan organik. Tujuan penambahan bahan organik tersebut sama dengan tujuan penggenangan yaitu untuk menciptakan reduksi didalam tanah sehingga Fe menjadi tersedia dan capat diserap oleh tanaman. Pemberian amelioran (pupuk kandang, jerami padi dan kapur pertania) menyebabkan pertumbuhan tanaman lebih baik dibandingkan kontrol, baik pada varietas Ciherang maupun Punggur. Tinggi tanaman varietas Ciherang lebih balk pada pengelolaan Tata Air Mikro, sedangkan varietas Punggur memiliki penampilan tinggi tanaman yang lebih baik pada penggenangan permanen. Kandungan Fe dalam beras belum capat dianalisis karena pengkajian belum sampai pada tahap panen dan prosesing. Perlakuan penggenagan dan/ atau penambahan bahan organik berupa pupuk kandang atau jerami, diharapkan capat meningkatkan ketersediaan Fe calam tanah yang selanjutnya capat diserap oleh tanaman padi akumulator Fe. Namun masih perlu dikaji dalam pengkajian selanjutnya apakah Fe yang terkandung dalam beras tidak rusak dengan pemanasan (dimasak) dan dapat diserap oleh tubuh manusia.