Nama Karya Budaya

ACARA PERNIKAHAN ADAT PALEMBANG

Tambah
Nama-nama Lain Karya Budaya
ACARA PERNIKAHAN ADAT PALEMBANG
Nama Orang yang Melaporkan Karya Budaya
: BALITBANGNOVDA SUMSEL
: Jln. Demang Lebar Daun No. 4864 Palembang
: 30137
: 0711364456
: -
: 0711350077
Tempat dan Tanggal Laporan Karya Budaya
: PALEMBANG
: 3 Januari 2014
Persetujuan Pencatatan Karya budaya
  1. BALITBANGNOVDA
Sejarah Singkat Karya Budaya

Adat pernikahan/perkawinan masyarakat Palembang adalah tingkah laku resmi dilakukan sejak zaman Kesultanan Palembang, yang sifatnya mengatur adat istiadat dan norma kehidupan bermasyarakat di Palembang.

Nama komunitas /organisasi/asosiasi/badan/paguyuban/kelompok sosial atau perorangan penanggung jawab karya budaya
1.
: Sultan Mahmud Badarudin II
: Palembang
: -
: -
: -
: -
: -
Guru / Maestro
1.
: Belum terdata
: Palembang
: -
: -
: -
: -
: -
Lokasi Karya Budaya
Lokasi Utama
: Sumatera Selatan
: Kota Palembang
Alamat-alamat penting:
  1. Palembang, Sumatera Selatan
Kategori Karya Budaya
  • Adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan, sistem ekonomi tradisional, sistem organisasi sosial, upacara tradisional.
Uraian / Deskripsi singkat karya Budaya yang dilaporkan

Tata cara adat pernikahan/perkawinan masyarakat Palembang adalah sebabagai berikut :

  1. Memilih calon pasangan yaitu bujang yang aktif menentukan pilihannya terhadap seorang gadis.
  2. Menetapkan Pilihan yaitu kedua pasangan berperan aktif dan didukung restu kedua orang tua kedua calon mempelai.
  3. Melamar dan pertunangan yaitu dengan perwakilan bujang datang melamar kepada kedua orang tua gadis. Dan pertukaran cincin sebagai tanda pertunangan.
  4. Mutus Kato yaitu menyatakan kesanggupan pihak bujang untuk memenuhi persyaratan yang diajukan oleh pihak gadis.
  5. Mengantar uang belanja yaitu apabila acara dilakukan ditempat pihak gadis maka pihak pria membantu guna keperluan untuk acara perkawinan. Namun apabila dilakukan acara ditempat bujang maka biaya menjadi tanggungan penuh pihak bujang.
  6. Pembentukan panitia yaitu penentuan penanggunjawab untuk acara perkawinan.
  7. Akad nikah yaitu dilakukan dihari yang telah disepakati sebelumnya.
  8. Pengantin munggah yaitu dilakukan setelah akad nikah. Pihak wanita dan pria diarak secara bersama. Kemudian dilakukan acara suap-suapan nasi kunyit dan cacap-cacapan air kembang. Hal ini dilakukan dengan menyilang yaitu ibu pengantin wanita menyuapi pengantin pria dan sebaliknya.
  9. Pembubaran panitia yaitu pembebasan tanggungjawab terhadap acara.

Fungsi upacara perkawinan lebih bersifat seremonial dan perayaan kedua mempelai dalam berbagi kebahagiaan dan informasi kepada tamu undangan. Sedangkan nilai uapcara perkawinan yang dapat diambil yaitu kegiatan yang amat bermakna dalam hidup dan kehidupan manusia. Nilai keadilan sosial, pengorbanan,harapan merupakan gambaran dari suatu proses adat pernikahan Palembang.

Kondisi Karya Budaya Saat Ini
Masih bertahan
Upaya Pelestarian / Promosi Karya budaya
  • Promosi langsung, promosi lisan (mulut ke mulut)
  • Selebaran, poster, surat kabar, majalah, media luar ruang
  • Radio, televisi, film (PAL TV setiap hari minggu)
  • Internet
Cara-cara terbaik (best practices) untuk melestarikan dan mengembangkan karya budaya

Terus disosialisasikan lagi pada acara-acara nasional maupun internasional

 

Dokumentasi
  • naskah
  • foto biasa
  • foto digital (JPEG, dsb)
  • VCD/DVD
Referensi (ditulis sumber secara lengkap : nama penulis, tahun,judul buku, tempat terbit, penerbit) ; naskah kuno, prasasti, sumber lesan/ nama pelaku (saksi sejarah) yang masih hidup, usia, dll

Sarwono, Skripsi, Sejarah dan Perkembangan Acara Pernikahan Adat Palembang, 2010, Universitas PGRI, Palembang

Website
: Balitbangnovda Sumsel
: Bidang Pengkajian Pemerintahan dan Sosial Budaya
: Jln. Demang Lebar Daun No. 4864 Palembang
: 30137
: 0711375456
: -
: 0711 350077
: -