Nama Karya Budaya

TRADISI RUMPAK-RUMPAK KEL. KUTO BATU PALEMBANGMENYAMBUT 1 SYAWAL DAN IDUL ADHA

Tambah
Nama-nama Lain Karya Budaya
TRADISI TERBANGAN KEL. KUTO BATU PALEMBANG MENYAMBUT 1 SYAWAL DAN IDUL ADHA
Nama Orang yang Melaporkan Karya Budaya
: BALITBANGNOVDA SUMSEL
: Alamat : JLN demang lebar daun no 4864 palembang No. Telf/ No. Fax/ No. Mobile : Alamat e-mail :
: 30137
: 0711374456
: -
: 0711 350077
Tempat dan Tanggal Laporan Karya Budaya
: PALEMBANG
: 9 Mei 2013
Persetujuan Pencatatan Karya budaya
  1. Balitbangnovda Sumsel
Sejarah Singkat Karya Budaya
Tradisi Rumpak-Rumpak merupakan tradisi untuk memeriahkan momen keagamaan Islam, yaitu memperingati hari raya idul fitri (1 Syawal) dan idul adha. Tradisi ini dilakukan secara turun temurun sampai sekarang tetap dilaksanakan di Kel. Kuto Batu Palembang. Tradisi rumpak-rumpak ini merupakan bentuk rasa syukur, kebahagiana dan kemenangan yang diungkapkan oleh masyarakat Kel. Kuto Batu Palembang.
Nama komunitas /organisasi/asosiasi/badan/paguyuban/kelompok sosial atau perorangan penanggung jawab karya budaya
1.
: Lurah Kuto Besak
: Palembang
: -
: -
: -
: -
: -
Guru / Maestro
1.
: Zaki
: Kel Kuto Besak
: -
: -
: -
: -
: -
Lokasi Karya Budaya
Lokasi Utama
: Sumatera Selatan
: Kota Palembang
Alamat-alamat penting:
  1. Kelurahan Kuto Besak
Kategori Karya Budaya
  • Adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan, sistem ekonomi tradisional, sistem organisasi sosial, upacara tradisional.
Uraian / Deskripsi singkat karya Budaya yang dilaporkan
Tradisi Rumpak-Rumpak menggunakan alat yang disebut Terbangan. Terbangan merupakan alat musik pukul dengan dua jenis pukulan yaitu pak (buka) dan bing (tutup). Terbangan ini dipukul dengan berbagai macam irama yaitu pukulan selang, pukulan kincat (lintang), pukulan jos dan pukulan yahom. Terbangan ini diiringi oleh lantunan syair yang mengandung pujian terhadap Nabi Muhammad SAW. Pemain terbangan ini biasanya dilakukan generasi muda masyarakat Kel.Kuto Batu Palembang diikuti generasi tua yang mengikuti dan mendukung pelaksanaan tradisi rumpak-rumpak ini. Tradisi ini diawali musyawarah menjelang hari raya 1 Syawal dan Idul Adha agar berjalan dengan baik. Acara ini dilaksanakan setelah shalat bersama. Rombongan kemudian berjalan bersama untuk mendatangi tempat tinggal tetangga satu persatu untuk bersilahturahim dan bermaaf-maafan. Saat masuk tamu menabuhkan terbangan diiringi shalawat Nabi serta Syair lainnya dan ditutup dengan doa serta makan bersama pada setiap rumah yang didatangi.(Hendro, wawancara 8 Juni 2009) Tradisi Rumpak-Rumpak ini bermanfaat untuk mempererat kekeluargaan antara keluarga, teman, dan anggota masyarakat Kel. Kuto Batu Palembang sehingga terjalin kebersamaan yang baik dan saling mengenal satu sama lain dan memeriahkan hari raya umat Islam. (Zaki, wawancara 8 Juni 2009).
Kondisi Karya Budaya Saat Ini
Masih bertahan
Upaya Pelestarian / Promosi Karya budaya
  • Promosi langsung, promosi lisan (mulut ke mulut)
  • Radio, televisi, film (PAL TV setiap hari minggu)
Cara-cara terbaik (best practices) untuk melestarikan dan mengembangkan karya budaya
Kosong
Dokumentasi
  • naskah
  • foto biasa
  • foto digital (JPEG, dsb)
  • gambar
Referensi (ditulis sumber secara lengkap : nama penulis, tahun,judul buku, tempat terbit, penerbit) ; naskah kuno, prasasti, sumber lesan/ nama pelaku (saksi sejarah) yang masih hidup, usia, dll
Astuti, Suci, Skripsi, Sikap Masyarakat Kelurahan Kuto Batu Palembang Terhadap Tradisi Rumpak-Rumpak Pada Hari Raya 1 Syawal dan Idul Adha, 2009, Universitas PGRI, Palembang
Website
: -
: -
:
: -
: -
: -
: -
: -