Prima Tani pada Lahan Kering Dataran Tinggi di Kabupaten OKU Selatan

LembagaBalai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumsel
PenelitiDr. Hermanto
Email
No. Telp / HP
Tahun Riset2007
Bidang PenelitianPangan - Pertanian
Kegiatan RisetPrima Tani pada Lahan Kering Dataran Tinggi di Kabupaten OKU Selatan
Kota/Kabupaten
SumberDIPA
SDM RisetJumlah = 4, S3 = 1, S2 = 1, S1 = 2, S0/D3 = 0, SLTA = 0
SDM AdministrasiJumlah = 0, S3 = 0, S2 = 0, S1 = 0, S0/D3 = 0, SLTA = 1, SLTP = 0
Infrastruktur Riset
Infrastruktur Pendukung
Mitra Industri
Mitra Lembaga Pemerintah
Mitra Perguruan Tinggi
Mitra Masyarakat (LSM, Perorangan)
Output- Kajian teknologi
OutcomeTersedianya model pembangunan pertanian pedesaan yang komprehensif melalui penumbuhan Agribisnis Industrial Pedesaan (AIP) yang dibangun padu padan dengan sistem inovasi, kelembagaan dan diversifikasi usaha yang berbasis sektor pertanian ; Peningkatan produktivitas kopi ; Penumbuhan sistem inovasi kelembagaan

Abstrak

Pelaksanaan Prima Tani di Kabupaten OKU Selatan merupakan suatu bentuk kegiatan rintisan guna mempercepat adopsi inovasi teknologi dan membangun agribisnis pedesaan secara partisipatif. Pada Tahun Anggaran 2007, kegiatan Prima Tani difokuskan pada pengembangan berbagai teknologi budidaya kopi, kakao dan lada. Bahkan untuk meningkatkan optimalisasi pemanfaatan sumberdaya, petani juga telah diperkenalkan dengan teknologi budidaya kambing serta pemanfaatan pupuk kandang yang berasal dari kotoran kambing. Kegiatan ini juga ditunjang dengan penumbuhan dan pengembangan kelembagaan tani. Dari berbagai kegiatan tersebut diharapkan dapat memacu pengembangan Agribisnis Industrial Pedesaan secara berkelanjutan. Hingga saat ini kelembagaan tani yang telah ditumbuhkembangkan adalah lembaga Gapoktan dan Klinik Agribisnis. Secara eksisting kelembagaan lain telah dilakukan pembinaan dalam rangka meningkatkan eksistensi dan kinerjanya. Khusus penumbuhan kelembagaan Gapoktan, anggotanya meliputi kelompok tani yang ada di desa lokasi Prima Tani dan sekitarnya (3 desa). Lembaga ini telah mengembangkan usaha pembibitan kopi, kakao dan lada. Selain itu, untuk mendorong atau meningkatkan kemampuan masyarakat dan pemerintah daerah/ pelaku agribisnis dalam mengembangkan laboratorium agribisnis juga telah dilakukan berbagai kegiatan pelatihan dan pendampingan/ pengawalan pengembangan teknologi budidaya kopi, kakao, lada, ternak kambing dan kelembagaan. Berbagai dampak pengembangan inovasi teknologi di tingkat petani, khususnya dalam hal penggunaan pupuk secara efisien mulai terlihat. Dari implementasi teknologi tersebut peningkatan produksi kopi dan lada pada tahun 2007 cukup menggembirakan (direct effect). Pada tahun 2006 produksi kopi dan lada masing-masing berkisar 400-500 kg/Ha dan 2-3 kg/batang. Pada tahun 2007, produksi kopi dan lada meningkat menjadi masing-masing 600-800 kg/Ha dan 5-10 kg/batang. Dengan kondisi harga kopi dan lada yang relatif tinggi pada tahun 2007, dibandingkan dengan tahun 2006, menyebabkan pendapatan petani meningkat secara siginifikan antara 30-35%. Demikian halnya dengan penumbuhan dan pengembangan kelembagaan tani telah meningkatkan rasa kebersamaan/ kerjasama diantara petani untuk mendorong berkembangnya usaha agribisnis. Mulai tahun 2008, mrcana yang sudah disusun dalam rancang bangun Prima Tani Kabupaten OKU Selatan akan disinergikan dengan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan oleh Pemerintah Daerah. Misalnya penumbuhan dan pengembangan kelembagaan kemitraan bermediast dalam upaya membantu peningkatan pendapatan petani melalui kegiatan peningkatan mutu kopi dan pengembangan sistem pemasaran akan realisasikan bekerja sama dengan Pemerintah Daerah. Demikian halnya pengembangan inovasi teknologi dan pembinaan kelembagaan lainnya juga terns dilakukan secara berkesinambungan