INKUBATOR TEKNOLOGI

Inkubator Teknologi Prov. Sumsel dibentuk dengan keputusan Gubernur Sumatera Selatan Nomor282/KPTS/Balitbangda/2010, bertujuan membina dan mengembangkan ekonomi kerakyatan khususnya di bidang perekayasaan teknologi kepada UMKM di Provinsi Sumatera Selatan. Inkubator Teknologi merupakan lembaga yang menyediakan pelayanan penumbuhan wirausaha baru dan penguatan akses teknologi kepada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai mitra usahanya. Pelayanan Inkubator Teknologi pada umumnya hanya menginkubasi calon wirausaha. Namun pada program Serambi Difusi Iptek dilakukan inkubasi teknologi yang belum siap pakai untuk kegiatan komersial dimodifikasi sehingga memenuhi standar produk komersial.

Peran inkubator teknologi Balitbangnovda Prov. Sumsel dalam implementasinya dilakukan melalui 2 pendekatan yaitu top down approach dan bottom up approach. Dalam pendekatan top down approach, Inkubator Teknologi diposisikan sebagai pusat Inovasi. Produk komoditi yang telah ditetapkan menjadi sasaran pengembangan dikaji keunggulan dan kelemahannya serta diidentifikasi kedudukannya dalam rantai produk. Produk teknologi yang diterapkan dibahas dalam suatu forum lintas sektoral. Sedangkan Inkubator teknologi dengan pendekatan bottom up approach yaitu Inventor dari kalangan akademisi dan masyarakat umum dapat mengusulkan teknologi/ paket teknologi yang dimiliki untuk dimanfaatkan dalam kegiatan usaha secara luas. Usulan paket teknologi tersebut terlebih dahulu diseleksi melalui expert meeting, dikaji kelayakannya secara teknis dan ekonomis. Secara teknis Inkubator Teknologi Sumatera Selatan ada yang bersifat in wall (dalam gedung) dan out wall (luar gedung). Berikut beberapa contoh kegiatan yang telah dilakukan inkubator Teknologi dan Bisnis baik secara in wall maupun out wall :

  1. Kegiatan Pembuatan Cinderamata Berbahan Baku Karet
    Kegiatan pembuatan Cinderamata Berbahan Baku Karet merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat yang dilakukan secara in wall dan out wall, kegiatan in wall dilaksanakan tahun 2010 di ruang inkubator teknologi Balitbangnovda Provinsi Sumatera Selatan dan kegiatan out wall dilakasanakan di Kelurahan Talang Keramat. Dalam proses inkubator peneliti Balitbangnovda melakukan inkubasi untuk mendapatkan formula bahan baku yang cocok untuk membuatan cinderamata, setelah didapatkan formula yang cocok kemudian inkubator teknologi merekrut para tenant yang berasal dari pemuda/mahasiswa dan masyarakat yang memiliki jiwa wirausaha untuk dilatih untuk membuat cinderamata. Kegiatan transfer teknologi ini tidak hanya melatih para tenant tetapi juga telah menumbuhkan UKM Cinderamata Talang Kedondong yang berlokasi di Kelurahan Talang Kedondong Kecamatan Sukarame, Palembang.
     
  2. Kegiatan Pembuatan Sabutret
    Kegiatan pembuatan sabutret dilakukan secara outwall di Kecamatan Talang Jambe. Kegiatan transfer teknologi dilaksanakan pada tahun 2011 dengan melatih masyarakat Talang Jambe untuk memanfaatkan sabut kelapa untuk dijadikan berbagai macam suvenir dan peralatan rumah tangga seperti sandal, pot bunga, topi, sejadah, tempat tissu, dan lain-lain. Pelatihan outwall dilakukan langsung ke lokasi merupakan bentuk pelayanan inkubator teknologi untuk memudahkan masyarakat mendapatkan pengetahuan dan teknologi. Disamping itu masyarakat juga tidak perlu datang dan mengeluarkan biaya, terutama transport untuk mengikuti pelatihan. Dengan kegiatan inkubator ini diharapkan masyarakat yang dilatih dapat mengembangkan usaha sabutret tersebut sehingga dapat menambah perekonomian masyarakat Kelurahan Talang Jambe.
     
  3. Kegiatan Pelatihan Diversifikasi Kemplang Aneka Rasa
    Kegiatan Pelatihan Diversifikasi Kemplang aneka rasa dilakukan tahun 2012 secara out wall di UKM Kerupuk Kemplang Cek Eva Kel. 5 ilir Palembang. Kegiatan ini merupakan upaya pelayanan ke masyarakat yang memerlukan teknologi dimana Tim Peneliti Balitbangnovda memberikan pelatihan teknologi langsung ke UKM tersebut. Melalui pelatihan ini pelaku UKM dapat mengembangkan varian produknya sehingga menambah nilai tambah produk tersebut. Saat ini UKM Kerupuk Kemplang Cek Eva telah memproduksi varian rasa kerupuk kemplang yaitu rasa Bawang, rasa Seledri, rasa wortel, rasa jagung bakar, rasa balado dan rasa keju.
     
  4. Kegiatan Pembuatan Prototype Produk Berbahan Baku Duku
    Kegiatan pembuatan prototype produk berbahan baku Duku dilakukan secara in wall di Ruang inkubator pangan Balitbangnovda pada tahun 2011. Tim peneliti membuat prototype jus, selai dan permen jeli berbahan baku buah Duku. Kegiatan ini merupakan kegiatan inkubator teknologi dengan tujuan penyempurnaan produk dengan menambah nilai tambah buah Duku. Dengan adanya prototype produk hasil olahan Duku siap pakai dan dikomersilkanhasil inkubator Teknologi Balitbangnovda diharapkan dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha atau masyarakat yang membutuhkan.
     
  5. Kegiatan Transfer Teknologi Produk Berbahan Baku Jagung dan Kopi
    Kegiatan transfer teknologi dilaksanakan di Kabupaten OKU Selatan pada tahun 2013. Kegiatan inkubator yang dilakukan secara outwall ini merupakan kegiatan pelayanan kepada masyarakat OKU Selatan dalam hal menambah nilai tambah produk unggulan daerah tersebut menjadi produk yang dapat dikomersialkan. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan teknologi dan membentuk UKM.
     
  6. Kegiatan Inkubator Bisnis
    Kegiatan Inkubator tidak hanya dalam hal transfer dan penyempurnaan produk/teknologi hasil peneltian, tetapi juga melakukan inkubasi bisnis yaitu melalui temu bisnis antara pelaku usaha dan penghasil teknologi dan juga memfasilitasi pelaku usaha dengan pengusaha. Dengan adanya pelayanan inkubator bisnis ini diharapkan dapat menjadi media sharing dan kerja sama baik teknologi maupun dana untuk pengembangan usahanya.

Upaya pelayanan publik sentra HKI Balitbangnovda Provinsi Sumatera Selatan telah ditunjukan pada tahun 2013,  Hak Kekayaan Intelektual komunal kesenian tradisional Dul Muluk dan Songket Palembang yang telah didaftarkan pada saat ini telah terdaftar di Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata adalah. Sementara Hak merek Sriwijaya telah terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.