Penjajakan Kerjasama Pengembangan Produk Unggulan Daerah Berbasis Kopi
2 Desember 2019 (10:51:08)

509

Jember - Pada tanggal 18 s.d 19 November 2019, bertempat di Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia Jember, telah dilaksanakan kegiatan Penjajakan Kerjasama Pengembangan produk Unggulan Daerah berbasis Kopi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Provinsi Sumatera Selatan dengan Pusat Penelitian Kopi dan kakao (Puslitkoka) Indonesia - Jember. Tim Balitbangda Provinsi Sumatera Selatan dipimpin langsung oleh Dr. Hj. Ekowati Retnaningsih, SKM., M.Kes selaku Kepala Balitbangda Provinsi Sumsel bersama jajarannya Dr. Drs. Alamsyah, M.Pd (kabid Inovasi dan Teknologi), Irni Novitha, S.Kep., M.PH (Kasubbid Sosial dan Budaya), Desri Yesi, ST., M.Si (Peneliti Bidang Sosial Ekonomi) dan M. Agust Nurwahyudi (Peneliti Ilmu Tanah/Pertanian) serta mengajak Drs. H. Syamsul Kusirin, MM selaku Kepala Balitbangda Kab. Lahat dan Ibu Yulianah selaku Kabid Litbang Bappeda Kab. OKU Selatan yang diterima langsung oleh tim Puslitkoka Indonesia Ibu Ariza Budi Tanjung Sari, STP, M.Si selaku Kepala Bagian Penelitian mewakili Direktur Puslitkoka bersama jajarannya Hendy Firmanto, STP, M.Sc (Peneliti Pasca Panen), Bayu Setyo Abdurizal, A.Md (Teknisi Penelitian Bidang Pasca Panen), Ir. Mujiyantoro (Kasubbag Kerjasama Penelitian dan Administrasi), Reni Fauziah Oetami (Kasubbag Pusat Informasi dan Pelatihan) dan Sulistyani Pancaningtyas, M.Si ( Peneliti Bioteknologi/Manajer CCSTP).

Kegiatan Penjajakan kerjasama diawali dengan sambutan yang disampaikan oleh Ibu Ariza diikuti dengan paparan mengenai profil Puslitkoka. Dijelaskan bahwa Puslitkoka telah berdiri sejak tanggal 1 Januari 1911. Setiap 2 tahun sekali Puslitkoka melepas varietas baru yang telah diteliti selama 5 tahun. Berbagai jenis varietas kopi telah dikembangkan oleh Puslitkoka, yaitu Kopi Robusta, Kopi Arabika dan Kopi leberika. Kepala Balitbangda Sumsel berencana melakukan pengembangan tanaman kopi Liberika di Kebun Raya Sriwijaya Sumatera Selatan dimana kopi Liberika (liberoid) dapat tumbuh pada karakteristik lahan basah bergambut dengan kedalaman 30 s.d 50 meter, ketinggian tempat 0 -900 mdpl, curah hujan dan tanah mineral dekat permukaan laut, yang juga telah dikembangkan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur Jambi dan banyak diekspor ke Malaysia. Untuk jenis kopi super (Arabika) dapat ditanam pada tanah mineral dengan ketinggian tempat lebih dari 1000 s/d 2000 mdpl, curah hujan 1250 s/d 2500 mm/thn. bulan kering (curah hujan <60 mm/bln) 1-3 bulan, suhu udara rata-rata 15 - 250 C yang tahan terhadap Nematoda dengan masa tanam 18 bulan, kemiringan tanah kurang dari 30%, kedalaman tanah efektif > 100 cm, pH tanah 5,5 -  6,5 akan dibudidayakan di Science Techno Park (STP) Sumatera Selatan. Oleh karena itu, Balitbangda Sumsel berencana melakukan kerjasama dengan Pusat penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka) Indonesia.

Terkait dengan hilirisasi pengembangan produk berbasis kopi, Puslitkoka Jember memiliki teknologi untuk pengembangan berbagai diversifikasi produk kopi, seperti : kopi, ginseng, kopi jahe, pemanfaatan kulit kopi untuk pembuatan biogas, dll.

Tim Balitbangda juga berkesempatan melakukan kunjungan ke bengkel mesin pengolah kopi dan cokelat di Puslitkoka, serta mengunjungi gerai kopi dan coklat Puslitkoka. Di akhir kegiatan, Bapak Direktur Puslitkoka Dr. Agung Wahyu Susilo, SP., MP berkenan menerima tim Balitbangda Sumsel dan mempertegas rencana kerjasama.