Forum China-ASEAN Technology Transfer Centre (CATTC) dengan tema “the 7th forum of China-ASEAN Technology Transfer and Colaborative Innovation di Nanning China”
1 Oktober 2019 (14:59:22)

503

Nanning China, Pada tanggal 19-24 September 2019, bertempat di Nanning China berlangsung the 7th forum of China-ASEAN Technology Transfer and Colaborative Innovation berasal dari China-ASEAN Technology Transfer Centre (CATTC) di Nanning China. Perwakilan dari Provinsi Sumatera Selatan dihadiri oleh Balitbangda Provinsi Sumsel dan Bappeda Provinsi Sumsel.

Forum ini juga disponsori oleh Kementerian Riset dan Teknologi Republik Rakyat China (MOST) dan Pemerintah Provinsi Ghuangxi Zhuang dan didukung oleh Ghuangxi Science and Technology Departement dan CATTC. Tema dari the 7th forum of China-ASEAN Technology Transfer and Colaborative Innovation adalah Deepning Innoovative Coorporation for mutual Development. Adapun rangkaian kegiatan dari the 7th forum of China-ASEAN Technology Transfer and Colaborative Innovation adalah  yakni :

  1. ASEAN plus three Young Scienties Colaborative  Innovation forum, China ASEAN Bilateral Meeting, Chinna-ASEAN Expo ke 16, China ASEAN International Forum on Sustainable Development and Innovativ Coorporation, Chinna-ASEAN Technology Transfer Macthmaking, Exibition on Advance Technology. Forum ini dihadiri oleh peserta dari Negara ASEAN dan China.
  2. Delegasi Indonesia dari Provinsi Sumatera Selatan adalah BAPPEDA dan Balitbangda Provinsi Sumatera Selatan.
  3. Delegasi Provinsi Sumatera Selatan mengikuti sebagian dari agenda acara tersebut diatas yaitu :

a. Chinna ASEAN Expo ke 16

Pada acara China-ASEAN Expo ke 16 (CAExpo 16th) yang berlangsung di gedung Eksibisi China-ASEAN Nanning, 10 (sepuluh) Negara ASEAN dan China ikut serta dalam pameran tersebut. Masing-masing Negara menempati 1 (satu) Paviliun. Peserta dari Negara China dan ASEAN menampilkan teknologi unggulan pada produk pertanian, perikanan, perkebunan, dan teknologi informatika.

b. Chinna-ASEAN Technology Transfer Macthmaking

Pada acara ini, Delegasi Sumsel menghadiri acara ini di gedung CAExpo. Acara ini berlangsung selama satu jam, dengan tujuh teknologi hasil riset yang dihasilkan oleh Peneliti dari Lembaga Penelitian. Masing-masing Peneliti/Inventor diberi kesempatan selama sepuluh menit untuk mempresentasikan hasil riset, foto hasil riset, paten yang telah dihasilkan. Setelah acara Matchmaking dilanjutkan dengan penandatanganan MoU antara Peneliti dengan Bisnis yang akan memakai teknologi tersebut.

Selain itu delegasi Provinsi Sumatera Selatan mengunjungi beberapa Science Techno Park dan Inkubator Technology yaitu :

a.  Net Ease Joint Innovation Centre.

Hasil kunjungan : Net Ease Joint Innovation Centre adalah suatu pusat inovasi yang dimiliki dan digagas oleh pihak swasta (Bisnis)  memiliki inkubator dengan tenant atau start up yang konsentrasinya pada pengembangan IT, Cloud/Big Data, Artivisial Intelegency and Multimedia. Dan pusat innovasi ini bekerjasama dengan pemerintah setempat (Nanning) dengan pendampingan start up di inkubasi.  Hasil produk di inkubator ini antara lain : enterpreter tulisan, enterpreter suara, aplikasi game, 3D, alat rumah tangga dengan sensor otomatis, food (susu bayi), shampoo, dan alat elektronik rumah tangga lainnya. Net Esase menampilkan data real time yang sangat valid tentang perkembangan perusahaan yg termasuk dalam jaringan Net ease  dan menampikan dalam bentuk sangat menarik sehingga bisa menjadi contoh untuk ditiru.

b.  Tus-ASEAN Innovation Center.

Hasil kunjungan : Tus-ASEAN Innovation Center adalah suatu puasat inovasi hasil kerjasama antara Perguruan Tinggi ASEAN yang bepusat di Nanning. Dan perguruan tinggi dimaksud adalah dari Tsinghua University, yang merupakan salah satu universitas terbaik di dunia (World Class University).

Tus-ASEAN Innovation Center mempunyai inkubator yang bernama TUS STAR INCUBATOR. Dimana inkubator ini sudah menghasilkan 5.000 Start Up, dan 41 diantaranya sudah masuk kategori perusahaan multi internasional dan sudah go publik.  Khusus Inkubator di Tus ASEAN Innovation Center saat ini mempunyai 67 Start Up diantaranya bergerak di bidang energi terbarukan (Solar Cell Compact) dengan keunggulan solar cell yang diciptakan mampu mengikuti arah sinar matahari, dan ini adalah 40% energi matahari terserap lebih banyak dari yang konvesional, teknologi nano pendeteksi kebocoran pada saluran/pipa (air, minyak dan gas), teknologi alat deteksi kondisi ternak, teknologi robotik. Untuk mendukung pengembangan tenan/start up dan inkubator dengan mendatangkan mentor professional (pebisnis, pakar, praktisi) yang mempunyai sukses story di bidangnya untuk mendampingi tenan/start up di inkubator ini.

c.  China-ASEAN Science and Technopark.

Hasil kunjungan : bahwa China-ASEAN Science and Technology Park merupakan suatu lembaga yang digagas oleh Pemerintah China dan Negara-negara ASEAN. Chinna-ASEAN Science and Techno Park memiliki 4 (empat) gedung dengan luas lantai 76.000 M2 dengan fasilitas hotel, apartemen, gedung inkubator untuk start up/tenan pemula dan gedung inkubator untuk start up/tenan akselerasi.  China-ASEAN Science and Techno Park memiliki inkubator di bidang pertanian yang diberi nama New Farmers. Inkubator ini melakukan inkubasi start up/tenan di bidang hilirisasi produk pertanian. Produk Start Up nya antara lain berupa Tea Jasmin (kemasan kaleng), Jagung segar, Beras pres dan lainnya dengan teknologi kemasan (Hemetic) yang bisa bertahan segar hingga 6 bulan.  Masa inkubasi dari masing-masing start up berbeda-beda, hal ini tergantung dari kerumitan produk tersebut (ada yang diinkubasi selama 6 bulan dan ada juga yang diinkubasi selama 18 bulan).  Di New Farmers Incubator, mereka membuka diri terhadap start up/tenan yang berasal dari Negara ASEAN lainnya. 

Foto Berita

1323
1324
1325
1326
1327
1329
1330
1331
1332
1333
1334
1335
1336
1337
1338
1339
1340
1341
1342
1343
1344
1345
1346
1347
1348
1349
1350
1351
1352