Rakornas Penguatan Inovasi Nasional
12 September 2019 (09:52:02)

499

Palembang, 26-27 Agustus 2019 berlangsung acara Rakornas Penguatan Inovasi Nasional Tahun 2019 bertempat di Hotel Grand Inna Bali Beach Denpasar, Bali. Acara tersebut dihadiri oleh Kementerian Perindustrian, Pertahanan, Perhubungan, Petanian, Kelautan dan Perikanan, Kominfo, Kesehatan, Kemenristekdikti, LPK / LPNK, Pemda, Gubernur Bali, Gubernur DIY, Gubernur Jawa Barat, Gubernur Jawa Tengah, Gubernur Jawa Timur, Gubernur Riau, Gubernur Sulawesi Selatan, para Bupati, Kepala Balitbang, PT, Lemlit, Industri / DRN, penerima Pendanaan Inovasi Industri, penerimaan Pendanaan PPBT (Inkubator).

Acara dibuka oleh Menristekdikti Prof. H. Mohammad Nasir, Phd, AK. Dalam sambutannya, Menristekdikti menyampaikan bahwa untuk mendukung peningkatan kemampuan IPTEK harus diikuti dengan Sistem Penguatan Inovasi Nasional dalam mendukung kemandirian dan daya saing Bangsa Indonesia. Selain itu untuk membangun iklim kondusif dan pengembangan Inovasi sebagai pencapaian dari riset IPTEK dalam penciptaan nilai tambah komersil, ekonomi, dan sosial budaya secara berkelanjutan, serta memberikan dorongan kepada para pelaku inovasi baik, individu, organisasi, maupun lembaga agar dapat mewujudkan ide kreatif dalam penciptaan nilai tambah, baik sebagai individu maupun mitra kerjasama antar unsur penguatan inovasi. Rakornas Penguatan Inovasi Nasional ini menampilkan Narasumber yaitu, Dirjen Penguatan Inovasi, Deputi Kepala Bappenas Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan kebudayaan, Ketua Dewan TIK Nasional, CEO PT. Zenith Allmart Precisindo, Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/jasa Pemerintah, Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media, KemenBUMN, Direktur PT. Lima Ventura, Ketua Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan (LPIK) ITB, CEO PT. Kapital Akar Nusantara, dan Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Dirjen Penguatan Inovasi.

Pada Rakornas ini di sampaikan bahwa, Pemerintah harus menjadi Penggerak Penguatan Inovasi sesuai dengan amanat Undang-Undang, untuk itu diperlukan regulasi dan Operasionalisasi Skema Pengadaan Pemerintah. Kemudian untuk mendorong penggunaan Produk Inovasi Nasional, terutama Pre- Komersial Produk. Lembaga Iptek harus berperan dalam Penguatan Kapasitas Lembaga Standarisasi dan Sertifikasi produk yang mendukung Inovasi Nasional. Kegiatan Penelitian dan Pengembangan  wajib menghasilkan Produk Inovasi sebagai outcome dari suatu Lembaga Litbang. Selain itu Pemerintah wajib mendorong proses alih Teknologi dalam rangka mempercepat Penguatan Kapasitas Inovasi Nasional, melalui alih Technology acousition, pembelian Lisensi dan Furnkey Project dan menyumbangkan peraturan dan modal bisnis yang Konduktif untuk terciptanya Ekosistem Inovasi yang lebih baik dalam proses alih Teknologi dari Lembaga Litbang Jirap untuk terciptanya SPIN – Off Industry.

Untuk mewujudkan Kelembagaan dan Infrastruktur Inovasi, Pemerintah wajib menjamin pemanfaatan hasil Penelitian, Pengembangan, Pengkajian, dan Penerapan dalam bentuk Inovasi untuk Pembangunan Nasional LKPP dan Kemenristek Dikti wajib menyusun Skema E – Procurement System untuk mendorong Pemanfaatan Produk Inovasi  LITBANG JIRAP terutama untuk Pra Komersialisasi Produk dan berkoordinasi dengan Lembaga audit (BPK dan BPKP). Agar Pra – Komersial produk bisa bersaing, maka perlu disiapkan Insentif dan Lingkungan Maturisasi Produk Inovasi (Sand boxing), serta dikembangkan regulasi TKDN dan SNI Produk Inovasi untuk pengelolaan Kegiatan Marturisasi Produk Inovasi, Kemenristek Dikti membentuk Project Management Office (PMO) yang beranggotakan wakil Kementerian / Lembaga dan pihak-pihak terkait Inovasi lainnya. Selain itu perlu adanya Skema Khusus bagi pelaksanaan Litbang di BUMN guna mendorong BUMN menjadi Competitive sebagai salah satu pelaku dalam memberikan dampak ekonomi besar dengan melibatkan peran Lembaga IPTEK. Juga perlu segera ditertibkan Peraturan Presiden terkait Pengelolaan dana abadi Penelitian, Pengembangan, Pengkajian dan Penerapan untuk menghasilkan Inovasi dan Inovasi sebelum akhir Tahun 2019 yang pengelolaannya tidak mengikuti mekanisme APBN. Dikembangkannya  Skema Venture Capital dan asuransi Teknologi serta Kebijakan Fiscal yang mendukung Penguatan Inovasi. Sedangkan Untuk meningkatkan Kapasitas Infrastruktur Inovasi Nasional Pemerintah perlu melakukan Langkah-langkah, 1). Infrastruktur riset dan Inovasi di Indonesia perlu dukungan untuk bertransformasi dan beradaptasi terhadap revolusi Industri masa depan, 2).Mengembangkan Strategi Sharing Infrastruktur riset dan Inovasi melalui Konsep National Center OF Exellence / National Lab / Pusat Unggulan Iptek / STP, 3). Memerintahkan kerjasama Industri, Perguruan Tinggi, Lembaga Litbang Jirap dalam menjalankan Prioritas riset Nasional (PRN), 4). Kebijakan dan Komitmen anggaran untuk pengadaan Infrastruktur Lab Inovasi, dan sebaiknya dipisahkan dari anggaran teaching Lab, 5). Proses Standarisasi dan Sertifikasi Produk Inovasi memerlukan dukungan regulasi yang kuat (GLP, GMP).

Untuk memperkuat sumber daya manusia inovatif dilakukan langkah-langkah yaitu;  1). Memperkuat Permen PANRB 35 / 2018 tentang penugasan Pegawai    Negeri Sipil pada Instansi Pemerintah dan di luar Instansi Pemerintah, terkait Dosen / Peneliti / Perekayasa / SDM Iptek lainnya yang bekerja di Industri berhak mendapat insentif dan perlakuan yang sama pada saat bekerja di Instansi Induknya,  Keterlibatan Sumber Daya Manusia Litbang di Badan Usaha seharusnya masuk  sebagai bagian dari pola pengembangan Karir SDM Litbang, Perlu dibangun system Informasi Kepakaran dan Kompetisi SDM Litbang Jirap sehingga memudahkan bagi pengelola Program untuk menjembatani dengan kebutuhan Badan Usaha, 2). Menciptakan ekosistem techno-preneurship melalui  regulasi dan pendanaan, dilain pihak, Universitas mengembangkan Talentpool.Technopreneur dan Inkubasi yang kredibel, 3). Memperluas jangkauan pengaturan tentang Manajemen Inovasi (permenristekdikti) no 24 Tahun 2019 tentang Manajemen Inovasi Perguruan Tinggi terhadap semua Lembaga Litbang Jirap Pemerintah

Foto Berita

1312
1313