Undangan dari Kemenristekdikti untuk mengikuti Seminar Nasional Integrasi Data Iptek
2 September 2019 (10:09:05)

498

Bali, Pada tanggal 26 Agustus 2019, bertempat di Grand Inna Hotel Bech Bali berlangsung Seminar National Integrasi Data Iptek.
Seminar dibuka oleh Kepala Pusat Data dan Informasi Iptek Kementerian Ristekdikti DR. Andika Fajar, sebelum pelaksanaan seminar diberikan penghargaan kepada Lembaga Litbang Kementerian dan Litbang Daerah yang berpartisipasi aktif pengisian Data Iptek, Balitbangda Prov. Sumsel salah satu yang menerima penghargaan tersebut.
Acara seminar Nasional Integrasi Data Iptek dihadiri oleh Lembaga Litbang Kementerian, Lembaga Litbang non pemerintah, Lembaga Litbang Daerah dan dari kementerian Ristekdikti.
Narasumber dari Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI Bpk. Dr. Muhammad Dimyati menyampaikan Sesuai dengan UU Nomor 11 Tahun 2019, tentang SINAS IPTEK, pasal 78 Sistem Informasi Iptek Nasional memuat :

  1. Untuk mendukung terlaksananya jaringan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Pemerintah Pusat membangun sistem informasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi nasional
  2. Sistem informasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nasional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan kumpulan data pokok Penyelenggaraan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang terintegrasi secara nasional
  3. Sistem informasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nasional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berfungsi sebagai sumber informasi bagi penyelenggara Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
  4. Sistem informasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nasional dikembangkan dan dikelola oleh Pemerintah Pusat atau oleh lembaga yang ditunjuk oleh Pemerintah Pusat.
  5. Ketentuan lebih lanjut mengenai sistem informasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nasional sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dan ayat (4) diatur dengan Peraturan Presiden.

Kondisi data Iptek sekarang Data masih tersebar di masing-masing unit kerja/ instansi, perbedaan kemutakhiran data yang digunakan bersama antar unit kerja, Inkosistensi data antar unit kerja. Sedangkan Kebutuhan akan data yang valid sangat diperlukan dan data bisa digunakan secara bersama.
Narasumber dari KSP DR. Yanuar Nugroho Deputi II Kepala Staf Kepresidenan Bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-isu Sosial, Budaya, dan Ekologi Strategis Kantor Staf Presiden Republik Indonesia dengan judul materi “Satu Data Sektor Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi dalam menunjang Visi SDM Unggul Indonesia”. Data dan Informasi sebagai kunci perbaikan kebijakan outcome riset dan inovasi oleh sebab itu harus dilakukan perbaikan infrastruktur data dan informasi antar lembaga, Presiden telah menerbitkan Perpres Nomor 39 tahun 2019 mengenai Satu Data Indonesia, untuk meningkatkan kualitas data pembangunan; menghilangkan duplikasi dan kebingunan terkait data; memperkuat walidata (Pusdatin) menjadi satu-satunya pintu keluar masuk data instansi pemerintah. Satu data Indonesia sebagai pendorong pengambilan kebijakan berdasarkan data.
Narasumber dari Kementerian PPN/Bappenas Ade Faisal Plt. Kasubbid Riset dan Pengembangan Iptek dengan judul materi “Pentingnya ketersediaan Data untuk Pembangunan Iptekin Berkelanjutan” rancangan teknokratik RPJMN 2020-2024 bidang Iptek, untuk mendukung Pencapaian Skenario Pertumbuhan Ekonomi Tinggi akar permasalahannya adalah : Pertumbuhan Ekonomi Stagnan dan Rendahnya Inovasi dan Kualitas Investasi sasaran pembangunan Iptek adalah :

  1. Terciptanya ekosistem inovasi yang mendorong komersialisasi hasil riset
  2. Meningkatnya jumlah anggaran dan kualitas belanja Litbang Nasional
  3. Terbangunnya kapabiltas Iptek Indonesia untuk menjadi Research Power-House
  4. Meningkatnya kontribusi Iptek sebagai penghela pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

Pentingnya Melakukan Pemetaan Data IPTEK yang Komprehensif dan Akurat :

Melakukan Pemetaan SDM sebagai Sumber Utama Inovasi
Memetakan kondisi saat ini di Lembaga Litbang terkait dengan SDM sebagai sumber utama kegiatan Litbang dan Inovasi baik dalam hal jumlah, tingkat pendidikan, detail keahlian dan pengalamannya


Melakukan Pemetaan Sarana-Prasarana dan Komponen Pendukung Lainnya
- Ketersediaan dan kondisi sarpras penelitian (lab, peralatan, gedung,dll)
- Kegiatan-kegiatan litbang yang pernah dan sedang dilakukan berikut hasil dan progresnya (paten, prototype, desain, dll)
- Kerjasama yang dilakukan dengan pihak pemanfaat baik industri, maupun lembaga litbang lain (termasuk universitas) dalam bentuk join research ataupun kerjasama lainnya
- Perkembangan kelembagaan dan regulasi berikut kebutuhan ke depan
Sebagai Prasyarat Implementasi Evidence-based Policy yang juga harus didukung oleh Knowledge-Based Policy terutama dari kompetensi Policy Maker untuk melakukan Policy Analysis dan adaptasi secara kontekstual.

 

Foto Berita

1310
1311