Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Dokumen Rencana Pengembangan Kawasan Science Techno Park (KSTP) Sumatera Selatan
25 Juli 2019 (09:27:37)

495

Palembang, 19 Juli 2019 bertempat di Ruang Rapat Balitbangda Provinsi Sumsel berlangsung FGD Penyusunan Dokumen Rencana Pengembangan Kawasan Science Techno Park (KSTP) Sumsel.  Acara ini dihadiri oleh Ketua dan anggota DRD Sumsel serta Tim Balitbangda Sumsel.   

FGD dipimpin oleh Samsudin, SE, MM Kepala Bidang Pemerintahan dan Pengkajian Peraturan yang menyampaikan bahwa FGD ini merupakan tindaklanjut  dari Kegiatan Fasilitasi Pengembangan Kelembagaan DRD Provinsi Sumsel.  Pengembangan Kawasan Science Techno Park (KSTP) Sumsel menjadi salah satu tugas yang diamanatkan kepada Dewan Riset Daerah Sumsel.  Komisi Ketahanan Pangan, Komisi Energi dan Komisi Teknologi Informatika  DRD diharapkan dapat menyampaikan saran dan masukan untuk pengembangan KST kedepan.

Kepala UPTB STP Sumsel memaparkan tentang Profil KSTP dengan luas lahan   100 hektar yang terdiri dari beberapa Legenda : pintu masuk, agro industry, budidaya pertanian, gedung pengelola, gedung tenant, transfer teknologi, peternakan sapi potong, kandang sapi, pabrik pakan, gudang pakan ternak, instalasi air, hijauan pakan ternak, budidaya perikanan, peternakan unggas, agrowisata, budidaya tanaman sayuran, dan peternakan kambing.  Fungsi KSTP Sumsel adalah sebagai wahana kerjasama riset, fasilitator penumbuhan wirausaha, penyediaan layanan bernilai tambah.

Pada Bidang Energi Ir. Irwin Bizzy,  MT menyampaikan KSTP bisa memanfaatkan energy baru terbarukan (EBT) di KSTP untuk mengurangi ketergantungan pada listrik PLN dan mengurangi biaya operasional,   yaitu pemanfaatan potensi matahari yang sangat besar, limbah kotoran sapi dan tanaman.  KSTP juga bisa membuat reactor biogas (Digester)  kotoran sapi. 

Abdul Rahman, S.Si, MTI Bidang Teknologi Informatika menyampaikan langkah awal yang harus dilakukan KSTP Sumsel adalah membangun Infrastruktur Teknologi informasi,  yaitu Koneksi internet dan coverage area jaringan internet di KSTP.  Baru kemudian membangun system informasi KSTP Sumsel berbasis website,  melakukan promosi ke Sosial Media seperti Facebook, Tweeter, Youtube dan Instagram, mengembangkan Teknologi IoT dalam penerapan teknologi pada peternakan sapi, peternakan non sapi, perikanan dan pertanian.

Bidang Ketahanan Pangan Prof. DR. Ir. Andy Mulyana, M.Sc menyampaikan kisi-kisi dukungan yang akan di susun dalam dokumen perencanaan pengembangan KSTP Sumsel :

-        Inventarisasi hasil-hasil riset pangan yang sudah ada untuk diaplikasikan di KSTP Sumsel

-        Inventarisasi hasil-hasil riset yang berkaitan dengan pertanian untuk di aplikasikan di KSTP Sumsel

-        Inventarisasi hasil-hasil riset pasca panen

-        Inventarisasi hasil-hasil riset pra panen

-        Inventarisasi potensi kelembagaan ekternal yang sudah ada untuk mendukung percepatan pengembangan KSTP Sumsel

Ketua DRD Sumsel Prof. Ir. Fachrurrozie Sjarkowi, Ph.D dalam rangkumannya menyampaikan:

  1. Dibutuhkan koordinasi, sinergi dan kolaborasi untuk perencanaan KSTP Sumsel, menuju Sumsel sejahtera bersama DRD dengan memacu kesiapan IPTEKS.
  2. Memperkuat kebutuhan Daerah dalam kerangka inovasi penguatan perekonomian Sumsel (Menekan Tingkat kemiskinan dan meningkatkan nilai IPM)
  3. Pelaksanaan Inovasi di KSTP Sumsel melalui sistem  Jalur cepat dengan mengangkat parameter-parameter berikut:
  • 65% pelaku agrobisnis kerakyatan bisa dibina menjadi lebih INOVATIF dan  KREATIF
  • Kekhasan agroklimat, biogeofisik lahan dan sosekbud di lintas KABUPATEN danKOTA
  • Kerukunan beragama, keapikan sos-politik dan kelancaran niaga berisi BARTER antar daerah

Foto Berita

1304
1305
1306