Kajian Pemetaan Kebutuhan Jabatan Tenaga Fungsional (JF) dalam Rangka Percepatan Pembangunan
17 Mei 2019 (08:48:14)

490

Palembang, Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia melakukan Pengkajian dengan topik “ Kajian Pemetaan Kebutuhan Jabatan Tenaga Fungsional (JF) dalam rangka Percepatan Pembangunan”  yang diselenggarakan pada tanggal 8 Mei 2019, bertempat di ruang Rapat Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan Jl. Demang Lebar Daun No. 4864 Palembang. Kajian Pemetaan JF ini dihadiri oleh Dinas Perindustrian Prov. Sumsel, Dinas Pariwisata Prov. Sumsel, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Prov. Sumsel dan Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Prov. Sumsel sebagai fasilitator kegiatan tersebut.

Kegiatan ini diawali dengan kata sambutan dan selayang pandang tentang Balitbangda Prov. Sumsel oleh Plh. Balitbangda Prov. Sumsel Hj. Vera Agustin, SE, MM dan dilanjutkan paparan dari Peneliti LAN-RI Suripto dengan materi Kajian Pemetaan Kebutuhan Jabatan Tenaga Fungsional (JF) dalam rangka Percepatan Pembangunan. Materi yang disampaikan berisi Persiapan pemerintah tentang rancang bangun Visi 2045, dengan 3 sektor strategis dan unggulan sebagai sumber potensial dalam mendorong dan menggerakan pertumbuhan dan pembangunan nasional. Di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) periode 2020-2024, tersebut yakni: (1) industri; (2) ekonomi kreatif dan digital; dan (3) pariwisata. Dalam kerangka kepentingan ini, kementerian/lembaga (K/L) seperti Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas yang menyusun desain manajemen talenta nasional bersinergi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), Badan Kepegawaian Negara (BKN), Lembaga Administrasi Negara (LAN), Kementerian Perindustrian, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Kementerian Ketenagakerjaan, untuk mempersiapkan ASN yang handal dalam mengisi jabatan pimpinan tinggi (JPT), jabatan administrator (JA), jabatan pengawas (JP), termasuk jabatan fungsional (JF).

Sebagai kelompok jabatan yang berisi fungsi dan tugas berkaitan dengan pelayanan fungsional yang berdasarkan pada keahlian dan keterampilan tertentu (specialist) dan mempunyai peranan penting dalam mencapai keberhasilan pada suatu organisasi. Namun disisi urgensitas JF belum tercermin dalam persebarannya. Pejabat fungsional saat ini masih didominasi oleh JF Guru/Kependidikan (38% dari total ASN) dan JF Kesehatan (6% dari total ASN). Sementara jumlah pejabat fungsional teknis lainnya hanya mencapai 8% diluar itu (non kependidikan dan kesehatan).

Untuk itu Pusat Kajian Manajamen ASN melakukan kajian Pemetaan Kebutuhan JF dalam rangka Percepatan Pembangunan yang diharapkan dapat teridentifikasi potret ketersediaan JF saat ini maupun kebutuhannya di masa mendatang, yang mendukung arah/sasaran pembangunan nasional dengan berbasis kepada potensi dan karakteristik daerah. Seperti wilayah Sumatera yang telah dirancang sebagai salah satu koridor industri, namun jumlah JF di bidang industry masih sangat sedikit, yakni hanya 0,07% dari jumlah ASN yang ada di pulau Sumatera (KemenPAN-RB, 2018).

Setelah pelaksanaan paparan oleh LAN-RI terkait tujuan kajian tersebut, dilakukan tanya jawab terkait macam tenaga JF yang ada disetiap OPD yang hadir, jumlah SDM serta kendala dalam penyediaan tenaga JF yang ada. Untuk selanjutnya dilakukan wawancara mendalam dan kunjungan ke OPD terkait yaitu Dinas Perindustrian Prov. Sumsel, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Prov. Sumsel, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menegah Prov. Sumsel.

 

 

File bisa didownload di sini

Foto Berita

1287
1288