Rapat Koordinasi Kelitbangan Se-Sumatera Selatan Tahun 2019
26 Maret 2019 (15:47:52)

489

Palembang, Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Sumatera Selatan, menyelenggarakan Rapat koordinasi Kelitbangan se-Sumatera Selatan pada tanggal 21 Maret 2019 di Aula Balitbangda Provinsi Sumatera Selatan Jl. Demang Lebar Daun No. 4864 Palembang. Rakor ini dihadiri oleh 150 orang, terdiri dari Kepala balitbangda, Kepala Bappeda Kabupaten/Kota se-Sumatera Selatan, Rektor PTN dan PTS, Lembaga Penelitian dan LPPM Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta, Anggota Dewan Riset Daerah Prov. Sumsel dan Kabupaten, OPD di lingkungan Pemprov Sumsel dan BUMN/BUMD. Nara Sumber Rakorda Kelitbangan tahun 2019 terdiri dari : Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Dalam Negeri RI, dengan materi (Peran Lembaga Litbang Untuk Percepatan Penurunan Angka Kemiskinan), Direktur Lembaga Penelitian dan Pengembangan Kementerian Riset  Teknologi dan Dikti dengan materi (Percepatan Penurunan Angka Kemiskinan melalui Sistem Inovasi Daerah (SIDa). Kepala Bappeda Provinsi Sumatera Selatan dengan materi (Arah dan Kebijakan Pembangunan Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2018-2023), Ketua Dewan Riset Daerah (DRD) dengan materi (Agenda Riset Daerah Sumatera Selatan 2018-2023 menuju Angka Kemiskinan 1 (satu) Digit.

Rakorda Kelitbangan kali ini mengambil tema “Peran Lembaga Litbang untuk Mewujudkan Angka Kemiskinan 1 (satu) Digit”,  tema tersebut dipilih sejalan dengan fokus pembangunan Pemerintah Sumatera Selatan. Tahun 2018 data BPS menunjukan bahwa tingkat kemiskinan Sumatera Selatan berada di 12,82 % masih diatas angka nasional 9,66 %. Untuk itu dibutuhkan peran lembaga Litbang untuk menghasilkan inovasi program untuk mewujudkan angka kemiskinan satu digit.

Rakorda Kelitbangan tahun 2019 dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan yang diwakili Kepala Bappeda Provinsi Sumatera Selatan, dalam arahannya menyatakan bahwa lembaga Litbang merupakan lembaga  strategis yaitu  Sebagai “think tank” yang kritis untuk menyikapi dinamika dan permasalahan yang berkembang di daerah dan diharapkan mampu untuk mengatasi setiap permasalahan yang ada di semua sektor pembangunan di Sumatera Selatan. Keunggulan komparatif Sumatera Selatan cukup berlimpah, yaitu batu bara, karet, kelapa sawit, kopi, kelapa, buah  dan juga produk tradisional khas Sumatera Selatan (pangan, papan, dan sandang). Semua sumber daya tersebut harus ditingkatkan menjadi keunggulan kompetitif melalui peningkatan daya saing. Artinya, diperlukan sentuhan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek). Para akademisi/peneliti harus bersahabat dengan dunia bisnis dan dinas teknis sehingga dapat menangkap kebutuhan riset yang diperlukan dan juga dapat mengimplementasikan teknologi hasil risetnya ke dalam praktek bisnis praktis. Sementara pemerintah dan legislatif sebagai  regulator akan menerbitkan kebijakan yang mendukung serta membangun atmosfir yang kondusif sehingga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) benar-benar dirasakan manfaat dan kehadirannya oleh masyarakat Sumatera Selatan. Untuk itu diperlukan jembatan atau intermediasi guna menyamakan cara pandang untuk mencapai tujuan bersama  mewujudkan Angka Kemiskinan Satu Digit di Sumatera Selatan.

DR. Ekowati Retnaningsih, SKM., M.Kes, Plt. Kepala Balitbangda Prov. Sumsel, menyatakan bahwa Rakorda kali ini mempuyai peran starategis untuk menyelaraskan program sesuai dengan RPJMD 2018-2023, sebagai lembaga Litbang yang mempuyai peran strategis yaitu  Sebagai “think tank” pemerintah daerah yang kritis untuk menyikapi dinamika dan permasalahan yang berkembang di daerah; Sebagai lembaga profesional yang bersifat akademis dalam organisasi Pemda; dan Sebagai perangkat daerah yang fleksibel dan universal (dapat memasuki ruang kerja lintas sektor/urusan).

Balitbangda sebagai kepanjangan tangan dari fungsi kelitbangan di daerah, bukan hanya sekedar menjalankan tupoksi pemerintahan tetapi pada saat yang sama inovasi sudah harus kita kedepankan, kita harus mencari cara bagaimana strategi yang terbaik, tercepat dan efektif  untuk melakukan percepatan-percepatan di dalam mengembangkan inovasi, salah satu strategi untuk menciptakan dan mempercepat inovasi tersebut sampai kepada masyarakat adalah melalui pembentukan Pusat-Pusat Inovasi dan Jejaring Intertek di setiap Kabupaten Kota di bawah naungan Sistem Inovasi Daerah (SIDa), merupakan salah satu program yang bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah dan pada akhirnya akan mendongkrak angka kemiskinan menjadi satu digit di Sumatera Selatan. Beliau menambahkan bagaimana peran Litbang dalam menurunkan angka kemiskinan di daerah, yaitu dengan cara : 1. Mendefinisikan dan mengukur kemiskinan, 2. Menyusun indikator-indikator pengukuran kemiskinan, 3. Menyusun rencana aksi untuk menanggulangi kemiskinan.

Rakorda ini merupakan upaya untuk mewujudkan iklim yang lebih kondusif dan penyelarasan program, baik secara vertikal maupun horizontal harus berkesinambungan dan tidak boleh terhenti, mengingat lingkungan strategis baik nasional, regional, maupun internasional dewasa ini sangat dinamis dan bergerak sangat cepat. Beliau menambahkan bahwa tahun 2019 merupakan tahun pertama penerapan anggaran dalam RPJMD 2018-2023, program yang direncanakan harus berkesinambungan dari tahun ke tahun sampai masa jabatan Gubernur tahun 2023. (Penulis: Samsudin)

Foto Berita

1281
1282
1283
1284
1285
1286