Workshop Inovasi dan Transformasi Digital
7 November 2018 (09:10:54)

482

Jakarta, Pada tanggal 31 Oktober 2018,bertempat di Auditorium BPPT lantai 3 Gedung BPPT II Jakarta berlangsung Workshop Inovasi dan Transformasi Digital. Pada acara workshop ini menghadirkan beberapa pakar di bidangnya menjadi keynote speaker seperti Dr. Ir. Jumain Appe, MSi (Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristek Dikti), Ir. Dian Rachmawan MSc (Direktur Enterprise & Business Servise PT Telkom), Dr. Ir. Bambang Setiadi, M.S (Dewan Riset Nasional), Ir. Kristanto Santosa, MSM (Direktur Eksekutif Business Innovation Center), dan Avanti Fontana PhD, CF, CC (Staf Khusus KSP). Prof. Ir. FachrurrozieSjarkowi, Ph.D selaku Ketua Dewan Riset Daerah (DRD) Sumatera Selatan bersama Abdul Rahman, S.Si., M.T.I dari Komisi Teknologi Informasi DRD Sumsel ikut serta sebagai peserta pada acara workshop Inovasi dan Transformasi Digital ini.

Acara ini dibuka langsung oleh Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kemenristek Dikti Dr. Ir. Jumain Appe, MSi dan sekaligus menjadi pembicara pertama dalam workshop ini. Dr. Ir. Jumain Appe, MSi membawakan materi Peningkatan Pelayanan Publik dan Korporasi Melalui Penguatan Inovasi, Digitalisasi Sistem Manajemen dan Sumber Daya Manusia. Pada paparannya Jumain menegaskan bahwa Kemenristek Dikti terus berupaya mendorong transformasi digital untuk menangkap peluang-peluang di dalam bisnis atau pemanfaatan digitalisasi atau teknologi digital. "Kita harus bisa memanfaatkan data-data yang ada untuk membangun suatu konsep ekonomi baru yang berbasis pada teknologi digital," ujarnya.

Pada pembicara kedua hadir Ir. Dian Rachmawan, MSc selaku Direktur Enterprise & Business Service PT. Telkom.Dian Rachmawan mengatakan selain pola pikir, skill juga memiliki porsi yang sama dalam menyukseskan digitalisasi. Dia mengambil contoh saat ini Telkom juga mulai fokus pada layanan digital dan membutuhkan banyak SDM yang piawai di bidang tersebut. “Kami menamakan diri sebagai digital telko, kami mau jadi enabler untuk teman-teman lain di industri,” kata Dian.  Dia mengaku kerap kesulitan menemukan SDM yang cocok untuk mewujudkan visi Telkom di bidang digital. Maka Dian menekankan pentingnya sekolah dan universitas untuk tahu tren yang sedang berlangsung saat ini sehingga dapat menciptakan talenta yang sesuai dengan kebutuhan industry, “Harus mempersiapkan diri, banyak jobskill yang akan shifting. Hati-hati jangan sampai memproduksi skill yang kurang diminati industri,” tambahnya.  Ke depannya, kata Dian, pola rekruitmen juga akan berubah. Perusahaan tak lagi mempertimbangkan nilai sebagai faktor utama melainkan lebih menyoroti kecerdasan kognitif, misalnya bagaimana penggunaan bahasa, daya ingat, persepsi, pemecahan masalah, kreativitas, dan pola pikir.  “Kita mentransformasi diri kita sendiri, bukan hanya membantu mentransformasi entitas lain,” ujar Dian.

Workshop Inovasi dan Transformasi Digital merupakan rangkaian awal dari kegiatan penyelanggaraan pemberian penghargaan TOP IT dan TOP TELCO 2018 yang bakal digelar  tanggal 19 Desember 2018 nanti. Penghargaan tersebut nantinya akan diberikan kepada instansi pemerintah, BUMN, BUMD dan korporasi yang memiliki peran signifikan dalam mengembangkan Inovasi dan Transformasi Digital menuju Industri 4.0,hal ini diutarakan CEO PT Media Madani Utama (Penerbit Majalah iTech),  Ir. Irnanda Laksanawan, MSc.Eng.PhD. TOP IT 2018 adalah penghargaan untuk mengapresiasi perusahaan / institusi dan manajemen teratas dalam menerapkan dan memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk meningkatkan kinerja, daya saing dan layanan. Penghargaan ini juga akan diberikan kepada aplikasi / solusi TI /produk perangkat keras, yang dinilai sebagai yang terbaik oleh perusahaan pengguna (pengguna) atau pelanggan.  Mantan Deputi BUMN Industri Strategis itu, mengatakan, tren ekonomi seperti ini sedang gencar dilakukan di Indonesia dan menjadi sesuatu yang menarik untuk didiskusikan karena prediksi-prediksi kedepan dalam membuat sebuah inovasi akan menjadi sebuah kunci untuk pembangunan ekonomi kedepan.

Sementara itu Kristanto Santoso dari Business Innovation Center, memaparkan tentang  Strategi Inovasi Untuk Membangun Ekonomi dan daya saing daerah. “Inovasi 

Penciptaan dan penguasaan nilai-tambah baru, dengan cara yang baru, yang menghasilkan pertumbuhan bisnis /ekonomi / sosialyang sehat dan berkesinambungan di daerah merupakan suatu yang perlu terus kita kembangkan” paparnya. Indonesia seharusnya memiliki 50% pangsa pasar ASEAN dan peluang inovasi berbasis keunggulan daerah perlu terus ditingkatkan, lanjutnya.

Dr. Ir. Bambang Setiadi, M.S selaku Ketua Dewan Riset Nasional memaparkan tentang Global Innovation Index tahun 2018, dimana posisi Indonesia berada dibawah negara-negara di ASEAN kecuali Kamboja. Pentingnya peran serta dan kedudukan dari Dewan Riset Nasional yang di dukung oleh keberadaan Dewan Riset Daerah sangat diharapkan mampu mengangkat peringkat index Indonesia paparnya. Bambang Setiadi sangat menyanyangkan jika ada wacana untuk penghapusan Dewan Riset Nasional, malah beliau menegaskan bahwa dibeberapa negara yang Global Innovation Indexnya bagus justru keberadaan Dewan Riset Nasionalnya dipimpin langsung oleh kepala pemerintahan. (Penulis: Abdul Rahman, S.Si, M.Hum/Komisi TI DRD Sumsel)

Foto Berita

1250
1251