Ketua Dewan Riset Daerah Sumatera Selatan dan Kepala Sub Bidang Penyelenggaraan Pemerintahan Balitbangda Provinsi Sumatera Selatan Menjadi Narasumber Pada Acara Rapat Pembentukan Tim Dewan Riset Daerah Kota Palembang
11 Oktober 2018 (19:32:57)

476

Palembang, Pada tanggal 8 Oktober 2018, bertempat di Ruang Rapat Bappeda Litbang Kota Palembang,  Ketua Dewan Riset Daerah Sumatera Selatan dan Kepala Sub Bidang Penyelenggaraan Pemerintahan Balitbangda Provinsi Sumatera Selatan menjadi Narasumber pada acara rapat Pembentukan Tim Dewan Riset Daerah Kota Palembang. 

Acara ini dibuka oleh Kepala Bidang Perencanaan Litbang dan Pembangunan Manusia dan Masyarakat Bappeda Litbang Kota Palembang Prabu Mandiri, S.Stp, M.Si, yang menjelaskan bahwa DRD Kota Palembang perlu dibentuk agar bisa berperan aktif membangun Kota Palembang, memberi masukan kepada Kepala Daerah dalam mendorong sistem inovasi daerah menjadi komersialisasi dari hulu dan hilirnya dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat dan meningkatnya pendapatan daerah. Sistem Inovasi Daerah harus didukung dari berbagai aspek teknologi, kebijakan dan ekonomi sesuai Visi dan Misi Walikota Palembang. 

Pada kesempatan ini, Prof. Dr. Ir. H. Fachrurrozie Sjarkowi, M.Sc. (Ketua DRD Sumsel)  menyampaikan langkah-langkah dalam pembentukan DRD, Bappeda Litbang Kota Palembang sebaiknya mengadakan seminar tentang UMKM inovatif, mengundang perguruan tinggi yang ada di Palembang untuk paparan, dari hasil paparan tersebut baru diseleksi siapa saja calon anggota DRD yang potensial, yang nantinya akan dipilih, dan akan segera diterbitkan SK kepengurusan DRD Kota Palembang. 

Dijelaskan juga bahwa Tugas Pokok Dewan Riset Daerah adalah memberikan masukan kepada pemerintah daerah untuk menyusun arah, prioritas, serta kerangka kebijakan pemerintah daerah di bidang iptek, dan mendukung pemerintah daerah melakukan koordinasi di bidang iptek dengan daerah-daerah lain.

Untuk menciptakan wirausaha baru/pengusaha pemula berbasis teknologi (PPBT) di perlukan inkubator bisnis, bila Pemerintah Kota Palembang belum membentuk inkubator, maka bisa bekerjasama dengan universitas atau dengan forum inkubator Sumatera Selatan.

tidak ada bisa dengan universitas, adanya UPT (STP), klaster UMKM Memacu dunia usaha maju di Kota Palembang melalui 1) cipta komoditi inovatif (iptek pengolahan, iptek kemasan, iptek pengepakan, 2) melaui kinerja bisnis inovatif, pengusaha harus inovatif, harus dilakukan proses ubah gaya usaha, 3) melalui koordinasi kelembagaan OPD inovatif.

Kepengurusan DRD Sumsel periode 2018-2020 ditetapkan dengan Keputusan Gubernur Sumsel Nomor 191/KPTS/Balitbangda/2018 yang terdiri dari Ketua, Sekretaris, Komisi Ketahanan Pangan, Komisi Energi, Komisi Pendidikan, Kesehatan dan Obat-obatan, Komisi Hukum dan Sosial Kemasyarakatan, Komisi Teknologi Informatika dan Sekretariat DRD yang merupakan unit kerja dari Balitbangda Provinsi Sumsel yang mengurusi ketatausahaan/administrasi umum guna mendukung kegiatan DRD.

Kepala Sub Bidang Penyelenggaraan Pemerintahan Balitbangda Sumsel Cahya Afrida Sari menambahkan bahwa Sekretariat DRD Sumsel bertanggung jawab secara fungsional kepada Ketua DRD, dan secara administratif bertanggung jawab kepada Balitbangda Sumsel. Kriteria, prosedur pemilihan dan penunjukan anggota DRD ditentukan melalui koordinasi antara pimpinan pemerintah daerah, lembaga litbang daerah, pemimpin informal masyarakat serta dunia usaha dan perguruan tinggi yang ditetapkan melalui Kepala Daerah.  Untuk penyelenggaraan Tugas Pokok dan fungsi DRD, Pemerintah Daerah menyediakan anggaran melalui OPD Balitbangda Sumsel yang diatur dan ditetapkan berdasarkan Peraturan Kepala Daerah.  

Pada Tahun 2018, DRD Sumsel menyusun Agenda Riset Daerah (ARD) untuk periode 5 (lima) tahun,  ARD merupakan rumusan prioritas penelitian, pengembangan, dan rekayasa iptek daerah untuk memenuhi kebutuhan dukungan iptek dalam pembangunan di daerah, dan diharapkan dapat dijadikan panduan dalam perencanaan kegiatan penelitian, pengembangan dan perekayasaan iptek di Sumatera Selatan.

 

Informasi :

                                                                                                                                

Palembang, Pada tanggal 8 Oktober 2018, bertempat di Ruang Rapat Bappeda Litbang Kota Palembang,  Ketua Dewan Riset Daerah Sumatera Selatan dan Kepala Sub Bidang Penyelenggaraan Pemerintahan Balitbangda Provinsi Sumatera Selatan menjadi Narasumber pada acara rapat Pembentukan Tim Dewan Riset Daerah Kota Palembang.

Acara ini dibuka oleh Kepala Bidang Perencanaan Litbang dan Pembangunan Manusia dan Masyarakat Bappeda Litbang Kota Palembang Prabu Mandiri, S.Stp, M.Si, yang menjelaskan bahwa DRD Kota Palembang perlu dibentuk agar bisa berperan aktif membangun Kota Palembang, memberi masukan kepada Kepala Daerah dalam mendorong sistem inovasi daerah menjadi komersialisasi dari hulu dan hilirnya dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat dan meningkatnya pendapatan daerah. Sistem Inovasi Daerah harus didukung dari berbagai aspek teknologi, kebijakan dan ekonomi sesuai Visi dan Misi Walikota Palembang.

Pada kesempatan ini, Prof. Dr. Ir. H. Fachrurrozie Sjarkowi, M.Sc. (Ketua DRD Sumsel) menyampaikan langkah-langkah dalam pembentukan DRD, Bappeda Litbang Kota Palembang sebaiknya mengadakan seminar tentang UMKM inovatif, mengundang perguruan tinggi yang ada di Palembang untuk paparan, dari hasil paparan tersebut baru diseleksi siapa saja calon anggota DRD yang potensial, yang nantinya akan dipilih, dan akan segera diterbitkan SK kepengurusan DRD Kota Palembang.

 

Dijelaskan juga bahwa Tugas Pokok Dewan Riset Daerah adalah memberikan masukan kepada pemerintah daerah untuk menyusun arah, prioritas, serta kerangka kebijakan pemerintah daerah di bidang iptek, dan mendukung pemerintah daerah melakukan koordinasi di bidang iptek dengan daerah-daerah lain.

 

Untuk menciptakan wirausaha baru/pengusaha pemula berbasis teknologi (PPBT) di perlukan inkubator bisnis, bila Pemerintah Kota Palembang belum membentuk inkubator, maka bisa bekerjasama dengan universitas atau dengan forum inkubator Sumatera Selatan.

tidak ada bisa dengan universitas, adanya UPT (STP), klaster UMKM Memacu dunia usaha maju di Kota Palembang melalui 1) cipta komoditi inovatif (iptek pengolahan, iptek kemasan, iptek pengepakan, 2) melaui kinerja bisnis inovatif, pengusaha harus inovatif, harus dilakukan proses ubah gaya usaha, 3) melalui koordinasi kelembagaan OPD inovatif.

 

Kepengurusan DRD Sumsel periode 2018-2020 ditetapkan dengan Keputusan Gubernur Sumsel Nomor 191/KPTS/Balitbangda/2018 yang terdiri dari Ketua, Sekretaris, Komisi Ketahanan Pangan, Komisi Energi, Komisi Pendidikan, Kesehatan dan Obat-obatan, Komisi Hukum dan Sosial Kemasyarakatan, Komisi Teknologi Informatika dan Sekretariat DRD yang merupakan unit kerja dari Balitbangda Provinsi Sumsel yang mengurusi ketatausahaan/administrasi umum guna mendukung kegiatan DRD.

 

Kepala Sub Bidang Penyelenggaraan Pemerintahan Balitbangda Sumsel Cahya Afrida Sari menambahkan bahwa Sekretariat DRD Sumsel bertanggung jawab secara fungsional kepada Ketua DRD, dan secara administratif bertanggung jawab kepada Balitbangda Sumsel. Kriteria, prosedur pemilihan dan penunjukan anggota DRD ditentukan melalui koordinasi antara pimpinan pemerintah daerah, lembaga litbang daerah, pemimpin informal masyarakat serta dunia usaha dan perguruan tinggi yang ditetapkan melalui Kepala Daerah.  Untuk penyelenggaraan Tugas Pokok dan fungsi DRD, Pemerintah Daerah menyediakan anggaran melalui OPD Balitbangda Sumsel yang diatur dan ditetapkan berdasarkan Peraturan Kepala Daerah. 

 

Pada Tahun 2018, DRD Sumsel menyusun Agenda Riset Daerah (ARD) untuk periode 5 (lima) tahun,  ARD merupakan rumusan prioritas penelitian, pengembangan, dan rekayasa iptek daerah untuk memenuhi kebutuhan dukungan iptek dalam pembangunan di daerah, dan diharapkan dapat dijadikan panduan dalam perencanaan kegiatan penelitian, pengembangan dan perekayasaan iptek di Sumatera Selatan.

 

 

Foto Berita

1237
1238