Workshop Survei Litbang Pemerintah
2 Oktober 2018 (14:55:17)

473

Jakarta, 27-29 September 2018 bertempat di Hotel Boutique Jakarta diadakan pertemuan dalam rangka Workshop Survei Litbang Pemerintah, Acara dibuka oleh Kepala Bidang Informasi Iptek Kemenristekdikti RI, Rudianto L. Sayogyo, menyampaikan bahwa Data dan Informasi Litbang Pemerintahan menjadi kebutuhan yang mutlak diperlukan sebagai bahan dalam melakukan formulasi kebijakan yang tepat di bidang Iptek, sehingga mampu mengungkit dinamisasi Iptek yang sesuai dengan cita-cita UUD 1945. Narasumber pada Workshop berasal dari LIPI dan Kemenristekdikti. Materi diawali dengan  pendahuluan tentang perlunya Data dan Informasi Iptek serta sekilas tentang Pusat Data dan Informasi Iptek dan Pendidikan Tinggi. Dilanjutkan dengan materi Konsep dan definisi serta materi Tekhnis Sistem Informasi Iptek dan pada hari kedua teknis pengisian e-Survei.

Upaya untuk mendorong pemajuan Iptek dan meningkatkan kontribusi Riset bagi perekonomian nasional secara berkelanjutan diperlukan Rencana Induk Riset Nasional (RIRN), yang saat ini sudah tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 38 tahun 2018 tentang Rencana Induk Riset Nasional Tahun 2017-2045. RIRN yang mengintegrasikan seluruh Sumber Daya Iptek dan berkekuatan hukum diharapkan mampu meningkatkan sinergi antar Pemangku Kepentingan lintas sektoral dalam jangka panjang, yaitu tahun 2017-2045. Hal ini untuk mewujudkan penguatan ekonomi nasional berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi yang bermuara pada industri berbasis teknologi, kedaulatan energi, serta ekonomi kreatif berbasis Iptek inovatif. Tujuan tersebut kemudian dituangkan ke dalam visi Riset Nasional Tahun 2017-2045, yaitu: Indonesia Berdaya Saing dan Berdaulat Berbasis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

“Indonesia Berdaya Saing” bermakna bahwa Riset dijadikan motor utama untuk menghasilkan invensi dan inovasi yang berdampak pada peningkatan daya saing bangsa. Sedangkan “Berdaulat Berbasis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi” bermakna bahwa RIRN menjadi titik awal bagi pembentukan Indonesia yang mandiri melalui penguasaan dan keunggulan kompetitif Iptek secara global.

Untuk mendukung ke arah tersebut perlu didukung data yang akurat, melalui pengelolaan data Iptek yang selama ini telah dilakukan oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melalui Sistem Informasi Iptek Nasional dan kajian terkait Indikator Iptek Indonesia.

 

Ketersedian Data dan Informasi Iptek secara nasional saat ini masih terbatas. Data dan informasi Iptek tersebar di berbagai instansi dan belum terintegrasi satu sama lainnya. Sebagai contoh, data kelembagaan Iptek yang mutakhir belum tersedia, data personil Penelitian dan Pengembangan (Litbang) tersebar di masing-masing instansi pembina jabatan  fungsional, data aktivitas Litbang hanya dimiliki oleh masing-masing instansi yang melakukan Litbang dan/atau yang memberikan dana Litbang. Semua data tersebut belum terintegrasi. Selain itu, tidak semua data dikelola dengan sistem yang mudah diakses oleh pihak eksternal. Tersebar dan belum terintegrasinya data dan informasi Iptek menghambat analisis dan evaluasi produktivitas Iptek secara menyeluruh. Oleh karena itu, sistem yang dapat mengelola dan mengintegrasikan Data dan Informasi Iptek Nasional menjadi sebuah kebutuhan penting, bukan hanya dari sektor pemerintah tetapi juga dari sektor Perguruan Tinggi, Industri dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Sistem ini diharapkan dapat mengumpulkan dan mengintegrasikan data dan informasi Iptek dari berbagai sumber, serta menyajikan informasi yang dapat dimanfaatkan untuk perumusan, perencanaan, maupun evaluasi kebijakan Iptek.

Variabel data yang merupakan interseksi dari keempat sektor yang meliputi :

  1. Belanja Penelitian dan Pengembangan (Litbang): menurut sumber dana (internal perusahaan, perusahaan lain, pemerintah) dalam dan luar negeri; distribusi belanja ekstramural menurut lembaga pelaksana (perusahaan lain, perguruan tinggi, lembaga Litbang Pemerintah; belanja Litbang menurut jenis pengeluaran (gaji upah, modal, operasional); serta belanja Litbang menurut jenis kegiatan dan bidang penelitian.
  2. Sumber Daya Manusia Litbang: jumlah peneliti; teknis; staf pendukung (headcount, full time eqivalent) menurut jabatan, jenjang pendidikan, bidang penelitian, kewarganegaraan.
  3. Keluaran/hasil Litbang: Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI = paten, merek, hak cipta, desain tata letak sirkuit terpadu, desain industri, perlindungan varietas tanaman); publikasi ilmiah nasional dan internasional; produk (desain, model, protipe); lisensi; spin-off.

Sosialisasi sistem Informasi Iptek ini akan dilanjutkan di Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan pada tanggal 4 Oktober 2018 dengan peserta Lembaga LPNK Kementerian dan Balitbangda Regional Sumatera dan Balitbangda Kab/Kota Sumsel, yang diselenggarakan oleh Kementerian Ristekdikti.

Foto Berita

1229
1230
1231
1232