Rapat Kegiatan Dewan Riset Daerah Sumatera Selatan membahas Penajaman Materi Agenda Riset Daerah Provinsi Sumsel Tahun 2018-2023
6 Juni 2018 (11:24:58)

458

Palembang, Pada hari Senin, tanggal 4 Juni 2018, bertempat di Ruang Rapat Balitbangda Provinsi Sumsel berlangsung Rapat Kegiatan Penguatan Dewan Riset Daerah Sumatera Selatan dengan  acara Penajaman Materi Agenda Riset Daerah Provinsi Sumsel Tahun 2018-2023.

Acara ini dibuka oleh Kepala Bidang Pemerintahan dan Pengkajian Peraturan Balitbangda Provinsi Sumatera Selatan, Samsudin, SE, MM dihadiri oleh Ketua dan anggota DRD Sumatera Selatan, Kepala Bidang, Kepala UPTB, Koordinator Peneliti Balitbangda, dan Kepala Sub Bagian/Kepala Sub Bidang lingkup Balitbangda Provinsi Sumatera Selatan.

Pada kesempatan ini, Prof. Dr.Ir. H. Fachrurrozie Sjarkowi, M.Sc. (Ketua DRD Sumsel)  menyampaikan bahwa sasaran Agenda Riset Daerah 2018-2023 adalah riset teknologi inovatif, riset dan development untuk Sumsel maju dan riset dasar.  

Prof. Dr.Ir. H. Fachrurrozie Sjarkowi, M.Sc. juga menyampaikan bahwa Suatu invensi dapat terjadi dengan cepat, setengah cepat, bahkan lambat tergantung pada keadaan  yang memicu respon para pelaku dunia usaha terhadap perubahan.  Keadaan mesin perekonomian bisa berubah karena kelangkaan input atau sarana produksi utama atau yang paling menentukan, dan biasanya berupa energi bahan bakar.  Akan tetapi bisa juga keadaan mesin berubah banyak karena perkembangan kemajuan teknologi itu sendiri.  Teknologi informasi dan komunikasi merubah pola konsumsi warga masyarakat yang serba ingin cepat, diantaranya terpengaruh oleh iklan, dengan demikian  maka perkembangan invensi yang akan berlanjut ke inovasi bisa terjadi melalui 3 kategori proses yaitu: Proses pergeseran teknis terpicu perubahan harga input (induced technical shift), proses lompatan teknologi (technological change), dan  proses lompatan teknis (technical improvement) yang disebut hilirisasi dengan mengambil 2 kemungkinan bentuk inovasi yakni: inovasi layan-pintah (demand-served innovation=DSIN) dan  inovasi dorong pasok (supply-pushed innovation-SPIN).

Proses inovasi tidak bisa langsung jadi tetapi harus melalui proses yang dilalui agar suatu ristek inovatif (invensi) bisa berpindah dari tangan penemunya (inventor) lewat suatu proses pembinaan (difusi) sehingga lewat fase uji coba tahap demi tahap akhirnya diterima untuk dipakai (adopsi) oleh UMKM, setelah terbukti menaikan laba dan memberikan nilai tambah maka langkah baru usaha mulai berlangsung (inovasi), penguatan daya saing akan dilakukan pelaku usaha untuk bertahan dan memenangkan simpati dan sambutan pasar sejalan dengan waktu di sebut (komersialisasi).

Pada kesempatan ini, anggota DRD Sumsel Irwin Bizzy, MT (Komisi Energi), Prof. Dr. Andy Mulyana, M.Sc (Komisi Ketahan Pangan), Dr. Sonlimar Mangunsong (Komisi Pendidikan, Kesehatan dan Obat-obatan), Abdul Rahman, S.Si, MT (Komisi Teknologi Informatika) menyampaikan draf  Agenda Riset Daerah  dari masing-masing komisi.

Setelah mendengarkan paparan dari masing-masing komisi, ada beberapa hal yang disarankan oleh Ketua DRD yaitu:

-     Komisi Teknologi informatika agar menambahkan data tentang kabupaten/kota mana saja yang telah memiliki server yang diangap baik, sedang, dan kurang, serta perlu membuat bank data yang dapat dijadikan unggulan ARD kedepan.

-     Komisi Pangan, bisa memanfaatkan satelit untuk mengetahui berapa luas tanaman (system pemantauan), data ini sangat dibutuhkan dunia pertanian).

-     Komisi Pendidikan, Kesehatan dan obat-obatan perlu membagi 3 data daerah atau wilayah mana saja yang rawan pangan, waspada pangan, dan OK pangan.  Setelah ada data ini baru mendeteksi penelitian apa yang cocok.

-     Komisi energy, agar dapat mengembangkan gasifikasi batubara untuk dimanfaatkan oleh masyarakat dan peluang energy yang banyak tersedia (potensi mikrohidro) menghasilkan energi perlu didukung dan merupakan peluang bisnis.