Intellectual Property Expo 2018
4 Mei 2018 (11:59:14)

456

Pada tanggal 25-26 April 2018 berlangsung acara Intellectual Property  Expo (IP EXPO) 2018  dalam rangka memperingati hari Kekayaan Intelektual Sedunia (world IP Day) ke -18 dengan tema "Generasi Indonesia yang Inovatif, Kreatif, dan berkarakter.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk memamerkan dan memperkenalkan produk - produk inovatif dan kreatif hasil karya anak bangsa, barang/produk Indikasi Geografis (IG) indonesia yang telah mendapatkan perlindungan kekayaan Intelektual.

Pelaksanaan IP Expo di Monas dibuka dengan sambutan dari Wakil Presiden Bapak Jusuf Kalla dilanjutkan dengan pemberian sertifikat kepada daerah yang telah berhasil mendapatkan Indikasi Geografis mewakili daerahnya. Dalam sambutannya Wapres menyatakan betapa pentingnya pendaftaran Kekayaan Intelektual khususnya Indikasi Geografis untuk menjamin kekhasan daerah masing - masing.

Balitbangda provinsi Sumatera Selatan melalui Sentra HKI bekerjasama dengan Kanwil Depkumham Provinsi Sumsel menampilkan 3  Indikasi Geografis yaitu Duku Komering yang meliputi 3 kabupaten yang dialiri oleh DAS Komering yaitu Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu Selatan (OKUs), dan Ogan Komering  Ulu Timur (OKUt), Kopi Semendo Muara Enim, dan Kopi Robusta 4 Lawang serta 1 inisiasi Indikasi Geografis nanas yang meliputi wilayah geografis  Kabupaten Muara Enim, Prabumulih, PALI dan Ogan Ilir. Untuk duku Komering, Balitbangda provinsi Sumsel sejak tahun 2014 telah menginisiasi pendaftaran Indikasi Geografis Duku Komering, dan pada tahun 2017 telah mendapatkan sertifikat IG untuk duku Komering yang dihasilkan oleh  3 kabupaten tersebut.

Kabupaten yang berpartisipasi pada IP Expo kali ini adalah OKI mewakili IG duku komering,  OPD yang hadir adalah Dinas Pertanian Kab. OKI dan Balitbangda Kab.OKI. Dinas Perkebunan Kab. Muara Enim untuk Kopi Semendo, dan Dinas Perkebunan Kabupaten 4 Lawang untuk Kopi Robusta. Untuk Inisiasi IG Nanas diwakili oleh Balitbangda Kota Prabumulih dan Balitbangda Kab. Pali. Kabupaten penghasil IG memamerkan hasil IG daerahnya beserta olahannya, seperti nanas beserta dodol, wajik dan selai nanas Prabu. Untuk Kopi dibawa green bean dan kopi yang siap seduh. Sedangkan untuk duku, dipamerkan tanaman duku yang telah berusia 2 tahun.

Kesimpulan dari IP Expo ini adalah bahwa daerah harus mendaftarkan Indikasi Geografis yang mencirikan daerahnya, supaya tidak diklaim daerah lain, dan dapat dijaga kelestariannya.

Foto Berita

1152
1153
1154
1155
1156
1157
1158
1159