Pengembangan Produk Turunan Karet Melalui Pembinaan Kelembagaan Industri Kompon dan Vulkanisir Ban di Kabupaten Ogan Ilir
29 Mei 2017 (09:57:55)

423

Indralaya, Pada tanggal 8 Mei 2017 telah dilakukan koordinasi antara Balitbngda Provinsi Sumatea Selatan dengan Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir untuk mengimplementasikan hasil revitalisasi sarana produksi industri kompon dan vulkanisir ban di Desa Sukaraja Ogan Ilir.

Balitbangda Provinsi Sumatera Selatan sebagai salah satu Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah dengan kategori Utama mendapatkan Insentif dari Kementerian Ristekdikti untuk tahun Anggaran 2017, salah satu kegiatan yang akan dilaksanakan yaitu Implementasi Kelembagaan Industri Kompon Padat dan Vulkanisir ban  dalam menunjang Pengembangan Produk Turunan Karet di Kabupaten Ogan Ilir.

Koordinasi yang pertama dilakukan antara Balitbangda Provinsi Sumatera Selatan dengan Balitbangda Kabupaten Ogan Ilir  untuk mengimplementasikan hasil revitalisasi sarana produksi kompon dan vulkanisir ban yang telah dilakukan sebelumnya oleh Balitbangda Provinsi Sumatera Selatan, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Pemkab Ogan Ilir serta pihak-pihak terkait lainnya pada tahun 2013. Kepala Balitbangda Ogan Ilir Bapak Thahir menyambut baik kegiatan ini dan telah melakukan koordinasi awal dengan Kepala Dinas Perindagkop Ogan Ilir Bapak Tapip. Diskusi lanjutan dilakukan di kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Ogan Ilir yang dipimpin oleh Bapak Herman selaku Sekretaris Daerah Kabupaten Ogan Ilir. Hadir dalam diskusi kali ini Tim Balitbang Provinsi Sumatera Selatan, Balitbang Kabupaten Ogan Ilir dan Dinas Perindagkop Kabupaten Ogan Ilir. Dalam diskusi lanjutan Kepala Balitbangda Prov.Sumsel Ibu Ir. Lukitariati, M.Si menjelaskan latar belakang dan tujuan kegiatan serta permasalahan yang dihadapi saat ini. Target kegiatan yaitu Pembentukan Kelembagaan seiring dengan pembenahan dalam permesinan maupun ketersediaan bahan baku. Dalam hal ini Balitbangda Kabupaten Ogan Ilir bersama dengan Disperindagkop Kabupaten Ogan Ilir akan berkoordinasi untuk membentuk kelembagaan. Menurut Bapak Tapip, permasalahan yang dihadapi oleh sarana produksi industri kompon dan vulkanisir ban ini antara lain  :

  • Permasalahan pada mesin Open Mill
  • Biaya produksi yang relatif mahal
  • Kesulitan dalam memperoleh bahan baku
  • Belum adanya kelembagaan

Dari beberapa permasalahan tersebut disepakati bersama bahwa diperlukan diskusi tingkat lanjut (FGD) dengan berbagai stockholder terkait yang akan mendiskusikan langkah-langkah yang akan diambil untuk mengatasi permasalahan yang ada.  FGD ini akan mengundang Kemenristekdikti, Kemenperindag, BPPT, Gapkindo, Pemda Kab. Muara Enim,Pemda Kab. Ogan Ilir, Pemda Kab. Banyuasin, dll (Penulis: DR. Drs. Alamsyah, M.Pd)

Foto Berita

1034
1035
1036