FGD Kajian Pengembangan Klaster Inovasi Daerah Kab. Ogan Ilir
2 November 2015 (13:56:21)

323

Focus Group Discussion (FGD)  FGD Kajian Pengembangan Klaster Inovasi Daerah Kab. Ogan Ilir”  dilaksanakan pada hari kamis tanggal 22 Oktober 2015 bertempat di Ruang rapat kantor Bupati Ogan Ilir.  FGD ini dilaksanakan oleh Sekretariat Direktorat Jenderal; Penguatan Inovasi Kemenristekdikti bekerjasama dengan Pemkab Ogan Ilir.  Kementrianristekdikti diwakili oleh Kepala Bagian Perencanaan dan Penganggaran Ir. Zulvan Adrimaidi MT dan rombongan, Balitbangnovda diwakili oleh Kepala Bidang Pengkajian Pemerintahan dan Sosial Budaya Ir. Hj Ernila Rizar MM didampingi Ns Darul Udwan M.Kes diterima oleh Bupati Ogan Ilir Bapak H.  Yulizar Dinoto SH didampingi Kepala Bappeda Ogan nIlir Bapak Drs. H. Abdul Racman Rosidi.  Bupati Ogan Ilir menyambut baik maksud dan tujuan  Kemenristek yang ingin melaksanakan Kajian Penegembangan Klaster Inovasi Daerah berbasis Kunyit, dan menugaskan Kepala Bappeda Ogan Ilir untuk mengalokasikan dana sekitar 100- 300 juta  dan membuat suatu kegiatan  yang besar untuk mendukung pengembangan kunyit di Ogan Ilir.

Pada FGD  dibahas bagaimana pengembangan kunyit ke depan,  dimana Kemenristek mempunyai Instrumen Kebijakan untuk mendukung penguatan Sistem Inovasi Daerah.  Kebijakan tersebut adalah :

  1. Insentif SINAS
  2. Riset-Pro Tarining dan Pendidikan Bergelar
  3. Pusat Unggulan Iptek
  4. Insentif HKI
  5. Insentif Peraturan Bersama Pengiatan Sistem Inovasi Daerah (SIDa)
  6. Insentif untuk Riset Industri
  7. Insentif Teknologi yang dimanfaatkan di industri
  8. Insentif Inkubasi Bisnis
  9. Insentif Diseminasi Produk Teknologi ke Masyarakat
  10. Science Techno Park, Masterplan dan DED dan Infrasruktur
  11. Insentif Inovasi PT

 Pada diskusi pihak UKM Maju Bersama menginformasikan bahwa produksi kunyit untuk Kecamatan Kandis sebesar 90 ton  sedangkan untuk seluruh  Kab. Ogan Ilir  sebesar 125 ton, sedangkan luas lahannya seluas 15 hektar. Bantuan yang telah diterima dari Balitbangnovda adalah  mesin pembuat  simplisia, Mesin penepung dan sealer, . Produksi panen kunyit perhektar dapat mencapai 25 ton, sedangkan kendala yang dihadapi adalah sulitnya pemasaran hasil produksi dalam bentuk olahan dan kontinuitas produksi yang tak stabil.    Pihak Balitbangnovda mengusulkan kepada Kenmenristek dan Bappeda Ogan Ilir bila akan melaksanakan kegiatan launching produk inovasi kunyit dapat diisi dengan:

  1. Penandatangan MoU  anatara  perusahaan jamu dengan  UKM Kunyit dari Ogan Ilir (diharapkan Kemenristek dapat mencarikan perusahaannya)
  2. Pembukaan Lahan baru (karena selama ini kunyit hanya merupakan tanaman sela)
  3. Kerjkasama dengan Bank untuk permodalan
  4. Penyerahan HKI Kunyit (difasilitasi oleh Balitbangnovda Sumsel)

Kemenrsitek menyambut baik usulan tersebut dan akan membuat laporan sebagi feed back kepada daerah dalam waktu yang tidak begitu lama.