Pertemuan Klaster Karet Dalam Rangka Tindak Lanjut Kegiatan Pilot Project Sarana Produksi Kompon dan Vulkanisir Ban di Kabupaten Ogan Ilir Provinsi Sumatera Selatan.
2 Desember 2014 (14:01:29)

258

Serpong, pada tanggal 5 Nopember 2014 bertempat di BPPT, Gedung 224 Kawasan Puspiptek Tangerang Selatan Banten telah dilaksanakan Pertemuan Klaster Karet Dalam Rangka Tindak Lanjut Kegiatan Pilot Project Sarana Produksi Kompon dan Vulkanisir Ban di Kabupaten Ogan Ilir Provinsi Sumatera Selatan. Peserta rapat yang hadir adalah utusan dari: 1) Pusat Teknologi Material BPPT, 2) Pusat Pengkajian Kebijakan Inovasi Teknologi (PKIT) BPPT, 3) Balitbangnovda Provinsi Sumatera Selatan, 4) Disperindag Provinsi Sumatera Selatan, dan 5) Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Ogan Ilir.

Ir. Tapip Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Ogan Ilir dalam paparannya mengenai Status Kegiatan Operasional Fasilitas Sarana Produksi Kompon dan Vulkanisir Ban di Kabupaten Ogan Ilir, disampaikan antara lain mengenai kondisi saat ini, meliputi: 1) Produksi: dimulai dengan optimalisasi kompon untuk vulkanisir ban yang dapat diproses menggunakan oven mill, 2) Kegiatan produksi dilakukan dengan membuat kompon 4 formula. Pola produksi pembuatan kompon 15 kg/proses, diperuntukkan untuk 2 ban truk ukuran 750, 3) Pemasaran: ban vulkanisir hasil produksi baru dipasarkan sebanyak 14 ban, dan kompon terus diproduksi untuk mencapai target produksi 100 ban. Permasalahan yang dihadapi, yaitu: 1) Peralatan: oven mill sangat sederhana, tidak mampu membuat lembaran dengan komposisi kompon yang lebih pekat. Bupping ban, kualitas produksi rendah dan tidak seimbang terhadap pemakaian bahan bakar; 2) Peralatan pendukung masih kurang, antara lain: belum adanya alat pemotong lembaran kompon, dan peralatan pengeleman; 3) Sumber daya manusia: terbatas hanya 3 orang, belum berpengalaman, dan mentalitas kewirausahaan masih terbatas; 4) Produksi: belum memiliki target produksi, produk belum dipasarkan, dan produk kompon hanya untuk vulkanisir ban; 5) Struktur organisasi pabrik: belum dapat dibentuk dan belum ada pimpinan pabrik serta bagian-bagiannya; 6) Pemasaran: belum dioptimalkan karena kualitas produk belum teruji dan pertanggungjawaban anggaran; dan 7) Bahan Bakar Minyak: sistem pembelian terbatas dan sulit didapatkan. Kondisi yang akan datang: 1) Jangka Pendek: Penyempurnaan dan kelengkapan mesin peralatan, tersedia mesin peralatan proses sheet asap, kompon yang diproduksi untuk memenuhi vulkanisir ban di wilayah Sumsel, adanya keanekaragaman produk kompon untuk kebutuhan produk lain, dan tempat studi banding/magang baik calon wirausaha maupun kerja praktek mahasiswa maupun siswa SMK. 2) Jangka Panjang: berkembang IKM berbasis karet, menampung produksi karet petani, dan alternatif pemasaran karet petani. PT. Anda Mas siap menerima produk yang dibuat oleh industri kompon dan vulkanisir ban Kabupaten Ogan Ilir.

DR. Ekowati Retnaningsih, SKM, M.Kes, Kepala Badan Penelitian Pengembangan dan Inovasi Daerah Provinsi Sumatera Selatan, dalam paparannya mengenai Sinergi Program Inovasi Teknologi Dalam Rangka Hilirisasi Produk Karet, Hasil Kajian Studi Kelayakan Pengembangan Industri Hilir Karet di Sumatera Selatan, disampaikan bahwa industri hilir yang layak dikembangkan di Sumatera Selatan untuk jangka pendek, yaitu industri kompon karet padat, industri vulkanisir ban, dan industri spare part kendaraan bermotor. Ketiga industri hilir saat ini sudah dilaksanakan. Master Plan Pengembangan Pusat Unggulan Inovasi (PUI) Karet, dimana Rencana Aksi Industri Hilir Karet  yang belum dikembangkan saat ini, meliputi: program kegiatan peningkatan ketersediaan bahan baku penolong, program penguasaan teknologi pengolahan lateks kebun, dan program promosi dan kerjasama usaha industri hilir karet. Pengembangan Klaster Industri Karet Berbasis Inovasi Teknologi yang belum dikembangkan adalah industri kompon lateks pekat (cair) untuk souvenir.

Dalam paparannya disampaikan pula Kegiatan Industri Kompon Padat dan Vulkanisir Ban di Kabupaten Ogan Ilir mengenai kegiatan yang telah dilakukan, kegiatan yang sedang dilakukan, dan kegiatan yang belum dilakukan. 1) Kegiatan yang telah dilakukan; intermediasi antar lembaga, identifikasi peralatan produksi hilirisasi karet di Kabupaten Ogan Ilir, survey barang karet “Blanket” di Desa Sri Kembang Kabupaten Ogan Ilir, survey peralatan dan barang karet di Koperasi Berkah Bersama dan PT. Bukit Asam Kabupaten Muara Enim, survey sumber pemasok bahan baku “Rubber Smoke Sheet (RSS) di PTPN VII Desa Musi Landas Kabupaten Banyuasin, MoU antara Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dengan BPPT,   Perjanjian Kerjasama (PKS) pelaksanaan industri hilir karet; BPPT dengan Balitbangnovda Sumsel dan BPPT dengan Pemkab. Ogan Ilir. 2) Kegiatan yang sedang dilakukan: a) Kelembagaan dikelola oleh Koperasi “Kitobe” binaan Dinas Koperasi UMKM Perindag Kabupaten Ogan Ilir; b) Sarana produksi melalui Koperasi “Kitobe” telah berhasil memproduksi kompon dan vulkanisir ban dengan kualitas baik; c) Sedang dilakukan penjajakan kerjasama dengan PT. Badja Baru yang akan mendatangkan Buyer Korea untuk memproduksi kompon sesuai sampel; d) Sedang dilakukan ujicoba kelayakan kualitas ban vulkanisir bekerjasama dengan beberapa mobil truk pengguna ban vulkanisir (3 bulan belum ada keluhan); dan e) Sedang dilakukan penjajakan kerjasama dengan PT Japfa Desa Segayam Kec. Gelumbang Kabupaten Muara Enim sebagai pemasok ban-ban bekas bahan baku vulkanisir ban. 3) Kegiatan yang belum dilakukan: a) Belum dilakukan survey terhadap pemasok bahan baku yang secara kontinyu dapat menjamin ketersediaan bahan baku yang diperlukan berupa: crumb rubber, RSS, blanket, dsb; b) Belum dilakukan survey terhadap produsen pemasok bahan Tambahan berupa bahan kimia untuk pembuatan kompon karet yang secara kontinyu menjamin ketersediaan bahan; c) Belum adanya jaminan ketangguhan mesin, baik dari segi teknis maupun ketahanan dalam memproduksi kompon dan vulkanisir ban; d) Belum dilakukan uji mutu ban vulkanisir hasil produksi; e) Belum diperoleh konsumen tetap yang menggunakan kompon dan ban vulkanisir; f) Belum ada kesepakatan pembagian peran masing-masing Stakeholder terkait terhadap kelanjutan Sarana produksi industri kompon dan vulkanisir ban; g) Belum diperolehnya perhitungan biaya produksi secara terukur, tepat dan akurat; dan h) Belum terujinya kesiapan tenaga operator menuju industri kompon dan vulkanisir ban secara kontinyu.
Disampaikan pula bahwa, dikarenakan dari awal BPPT terlibat dalam kegiatan rekayasa mesin industri kompon dan vulkanisir ban di Kabupaten Ogan Ilir, maka dimintakan ke BPPT dalam hal pendampingan mesin dan inovasi untuk formula-formula kompon, industri kompon dan vulkanisir ban di Kabupaten Ogan Ilir tinggal melaksanakan atau menggunakannya. Kegiatan industri kompon dan vulkanisir ban di Kabupten Ogan Ilir difokuskan pada pembuatan kompon vulkanisir ban dan kegiatan vulkanisir ban saja, setelah itu baru dikembangkan untuk mensuplai pabrik sesuai pesanan PT. Badja Baru. Pembagian kegiatan secara bersama melibatkan instansi terkait ditargetkan untuk tahun 2015. Baristand sebagai lembaga yang menguji kualitas ban vulkanisir akan dilibatkan sesuai kemampuannya. Koordinator Industri Hilir Karet secara Nasional adalah BPPT dan Koordinator Industri Kompon Karet dan Vulkanisir Ban di Kab. Ogan Ilir untuk tingkat Provinsi Sumatera Selatan adalah Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan.
Dalam kesempatan tanya jawab yang dipimpin oleh Direktur Pusat Teknologi Material BPPT dengan Moderator Bapak Kusno (PTM-BPPT), Ibu Herni selaku perwakilan dari Disperindag Provinsi Sumatera Selatan menyatakan kesiapannya untuk menindaklanjuti kegiatan industri hilir karet di Kabupaten Ogan Ilir. Menurut Ibu Herni: 1) Untuk survey bahan baku Sumatera Selatan merupakan lumbung karet dimana di Sumatera Selatan terdapat 24 pabrik crumb rubber dengan produksi 1,2 juta ton/tahun; 2) Sumatera Selatan memiliki 37 industri vulkanisir ban skala menengah yang tercatat di Disperindag Provinsi Sumatera Selatan, sementara industri vulkanisir ban skala kecil banyak dan tidak tercatat di Disperindag Provinsi Sumatera Selatan; 3) Bahan baku penolong (Zat-zat kimia pendukung industri kompon) belum ada distributornya di Sumatera Selatan; 4) Industri kompon di Kabupaten Ogan Ilir akan dilinkkan dengan UKM Sukawinatan Bangkit yang dikelola oleh Pak Al Purwo Nugroho; 5) Kekurangan perlengkapan peralatan yang kecil-kecil bisa dianggarkan melalui Anggaran Disperindag Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015, sementara peralatan/mesin yang besar-besar bisa mengajukan proposal ke Kementrian Perindustrian RI melalui Disperindag Provinsi Sumatera Selatan; 6) Dinas Koperasi UMKM Perindustrian  dan Perdagangan Kabupaten Ogan Ilir dapat menginventarisir peralatan untuk kelengkapan industri kompon dan vulkanisir ban, dan kekurangan peralatan yang diperlukan dapat diajukan ke Disperindag Provinsi Sumatera Selatan.

Dari hasil pertemuan diperoleh kesimpulan bahwa: 1) Koordinator Kegiatan Industri Kompon dan Vulkanisir Ban di Kabupaten Ogan Ilir untuk Tingkat Provinsi Sumatera Selatan adalah: Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan, sedangkan Koordinator untuk Tingkat Pusat adalah: BPPT. 2) Kegiatan yang dapat dilakukan bersama dalam rangka menindaklanjuti kegiatan industri kompon padat dan vulkanisir ban disesuaikan dengan tugas dan fungsi masing-masing stakeholder terkait.

Foto Berita

643
644
645