Kunjungan Deputi Bidang Teknologi Informatika Energi dan Material BPPT beserta Tim ke Desa Sukaraja Kabupaten Ogan Ilir dalam rangka Revitalisasi Sarana Produksi Kompon dan Vulkanisir Ban
14 November 2013 (11:26:42)

164

Inderalaya – Implementasi Sistem Inovasi Daerah (SIDa) banyak memberikan manfaat bagi masyarakat melalui inovasi teknologi untuk merevitalisasi peralatan yang belum beroperasi secara optimal karena berbagai permasalahan teknis. Balitbangnovda Provinsi Sumatera Selatan sebagai salah satu aktor SIDa mengambil peran dengan melakukan intermediasi antar lembaga yang melibatkan BPPT, Disperindag Provinsi Sumatera Selatan, dan Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir dalam merevitalisasi berbagai mesin produksi kompon dan vulkanisir ban di Kabupaten Ogan Ilir yang belum berjalan optimal.

            Pada tanggal 4 Oktober 2013 Deputi Bidang Teknologi Informatika Energi dan Material BPPT beserta Timnya telah melakukan kunjungan ke Desa Sukaraja Kabupaten Ogan Ilir dalam rangka melihat secara langsung kegiatan Revitalisasi Sarana Produksi Kompon dan  Vulkanisir Ban. Pada kunjungan tersebut, Bapak Deputi beserta Tim BPPT mengadakan pertemuan dengan Bupati Kabupaten Ogan Ilir dan jajarannya bertempat di ruang rapat Bupati Kabupaten Ogan Ilir. Pertemuan langsung dipimpin oleh Ir. Mawardi Yahya selaku Bupati Kabupaten Ogan Ilir yang dihadiri oleh seluruh SKPD Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir, Tim BPPT (dipimpin oleh Dr. Ir. Unggul Priyanto, M.Sc), dan Balitbangnovda Provinsi Sumatera Selatan (diwakili Sekretaris dan Kabid Inovasi). Dalam pertemuan tersebut dilakukan pemaparan berkaitan dengan kegiatan revitalisasi oleh: Bupati Kabupaten Ogan Ilir, Deputi Bidang Teknologi Informatika Energi dan Material BPPT, dan Ir. Tjutjuk Ismujanto, MM (Divisi Teknologi Polimer BPPT).

             Kegiatan dibuka dengan laporan dari Ir. Tapip selaku Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Ogan Ilir. Dalam laporannya, Ir. Tapip menjelaskan secara singkat asal usul mesin produksi kompon dan vulkanisir ban. Pada tahun 2010 Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir mendapat bantuan Mesin produksi kompon dan vulkanisir ban dari Dirjen Basis Manufaktur Kementrian Perindustrian. Tahun 2011 dilakukan ujicoba, ternyata biaya operasional yang diperlukan sangat mahal dimana genset 250 KVA memerlukan solar sebanyak 8 liter per jam. Tahun 2012 dilakukan pengkajian oleh BPPT dan Balitbangnovda Sumatera Selatan untuk mengoperasionalkan mesin-mesin tersebut. Setelah melalui serangkaian diskusi dan kajian, pada tanggal 21 Mei 2012 dilakukan penandatanganan perjanjian kerjasama antara BPPT dengan Balitbangnovda Sumatera Selatan dan antara BPPT dengan Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Ogan Ilir Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir, dilanjutkan MoU antara Dirjen Basis Manufaktur Kementrian Perindustrian dengan Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir.

Bapak Bupati Kabupaten Ogan Ilir dalam paparannya menjelaskan mengenai kondisi Kabupaten Ogan Ilir saat ini. Beliau mengatakan bahwa dari 241 desa yang ada di Kabupaten Ogan Ilir masih ada 2 desa yang belum bisa dilalui oleh kendaraan roda empat dan 11 desa yang belum ada aliran listrik. Kabupaten Ogan Ilir letaknya sangat strategis karena dekat dengan Kota Palembang, dikelilingi oleh beberapa kabupaten, dan terdapat Universitas Sriwijaya. Ogan Ilir menjadi penyumbang komoditi: karet, gula dan kelapa sawit. Karet yang diproduksi oleh masyarakat masih berupa karet mentah. Untuk itu diperlukan keterlibatan seluruh departemen dan dinas terkait dalam upaya meningkatkan ekonomi karet. Ogan Ilir bisa menjadi percontohan bagaimana mengelola sumber daya alam berupa karet mentah menjadi barang ½ jadi atau menjadi barang jadi. Bapak Bupati mengucapkan terima kasihnya kepada Tim BPPT dan Pemerintah Provinsi yang telah merevitalisasi peralatan bantuan Kementrian Perindustrian sehingga bisa beroperasi untuk memproduksi kompon dan menghidupkan kegiatan vulkanisir ban. Menurut Bapak Bupati, di Desa Sri Kembang terdapat industri yang berasal dari karet kelas dua (sudah afkir) menjadi blanked sebagai bahan baku pembuat kompon pada pabrik sepatu, vulkanisir ban, dll. Blanked ini di jual ke Bandung dan Surabaya. APBD Kabupaten Ogan Ilir siap mengambil bagian dalam industri kompon dan vulkanisir ban.              Bapak Bupati juga mengatakan bahwa Ogan Ilir menjadi sudah menjadi percontohan program Gas Kota, dimana gas sudah dialirkan kerumah penduduk menggunakan pipa. Arwana Keramik merupakan salah satu industri yang akan berdiri di Kabupaten Ogan Ilir menggunakan pemanas berasal dari gas yang ramah lingkungan.

Pada sambutan ke-dua Dr.  Ir. Unggul Priyanto, M.Sc selaku Deputi Bidang Teknologi Informatika Energi dan Material BPPT mengatakan bahwa: sesuai dengan tupoksinya, BPPT menjalankan peran intermediasi dan solusi teknologi pada kegiatan Revitalisasi Sarana Produksi Kompon dan Vulkanisir Ban di Kabupaten Ogan Ilir. Diawali dengan diskusi-diskusi identifikasi permasalahan dari Tim BPPT dan Tim Pemerintah Daerah (Provinsi Sumatera Selatan dan Kabupaten Ogan Ilir). BPPT mencoba menawarkan sebuah solusi teknologi dalam menyelesaikan permasalahan yang ditemui bersama. BPPT berusaha membantu memecahkan permasalahan tersebut dengan merevitalisasi peralatan yang ada hingga bisa dioperasionalkan. Kegiatan ini tidak terlepas berkat adanya kerjasama dengan berbagai pihak yang melibatkan: BPPT, Kementrian Perindustrian, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir.

Paparan terakhir Ir. Tjutjuk Ismujanto, MM menyampaikan mengenai latar belakang kegiatan Revitalisasi Sarana Produksi Kompon dan Vulkanisir Ban, diantaranya: masih kurangnya aktifitas industri hilir dalam memberikan nilai tambah karet. Saat ini, hanya 15% dari produksi hulu dikonsumsi oleh industri hilir di dalam negeri, sementara sisanya 85% dari karet alam diekspor. Untuk itu diperlukan upaya terpadu dalam pengembangan dan pelayanan teknologi, informasi, sertifikasi di bidang karet, termasuk perumusan teknologi, inovasi, dan transfer teknologi. Tujuan dari kegiatan revitalisasi ini adalah: 1) re-engineering proses bisnis compounding untuk desain dan prototipe barang karet sebagai bahan baku untuk industri yang standar; 2) inisiasi pilot proyek peningkatan nilai tambah komoditas bahan baku karet menjadi barang teknik dalam rantai industri melalui klaster industri.

Setelah kegiatan pertemuan di ruang rapat Bupati Kabupaten Ogan Ilir, dilanjutkan dengan kunjungan ke project Revitalisasi Sarana Produksi Kompon dan Vulkanisir Ban di Desa Sukaraja Kabupaten Ogan Ilir. Pada kesempatan tersebut terjadi dialog Bapak Bupati dengan Tim BPPT agar rumah/pos jaga yang ada di depan gedung bisa dijadikan sebagai tempat kegiatan tambal ban dan koperasi untuk menambah pendapatan bagi pekerja/operator pabrik. Bapak Bupati juga menginstruksikan kepada Ir. Tapip untuk mengalokasikan dana APBD tahun 2014 selama 1 tahun anggaran untuk biaya operasional, pengadaan bahan baku, pelatihan dan penambahan ruangan yang berfungsi sebagai gudang. Disarankan oleh Tim BPPT agar pengelola kegiatan industri berbentuk koperasi, BUMD, atau kegiatan berbadan hukum lainnya. Untuk menindaklanjuti kegiatan revitalisasi ini, Pak Tjutjuk dari BPPT meminta kepada Disperindag Provinsi Sumatera Selatan melalui Bapak Ir. Sjarkowi Lubis selaku Kabid Iaklamat untuk melakukan rapat koordinasi dengan SKPD terkait yang dilakukan dalam bulan Oktober di Palembang.

Foto Berita

138
139
140
141
142